DPRD Surabaya Minta Penuntasan Banjir jadi Prioritas

Terbit: 9 Januari 2018 | 02:57 WIB

SURABAYA (MADURAEXPOSE.COM- Persoalan banjir masih menjadi catatan dewan yang harus diperhatikan Pemerintah Kota Surabaya.

Sebab, sampai sekarang Surabaya masih mengalami banjir dan sering muncul genangan saat hujan deras sehingga mengganggu aktivitas warga.

Padahal, berbagai cara sudah dilakukan Pemkot Surabaya untuk mengurangi potensi banjir. Di antaranya membangun dan menambah kapasitas pompa, membangun saluran baru, dan membersihkan saluran air.

Anggota Komisi C DPRD Surabaya Vinsensius mengatakan, penanganan masalah banjir harus menjadi prioritas program yang perlu dituntaskan Pemkot Surabaya di tahun 2018.

“Saya akui di periode pertama Bu Risma (Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini) sudah berhasil dengan baik. Namun, masalah banjir saya anggap belum tuntas dan harus menjadi prioritas untuk segera diatasi,” kata Vinsensius, kemarin.

DPRD Surabaya, sebut Vinsensius, sudah melakukan backup dengan menganggarkan dana yang cukup besar untuk program mengatasi banjir. Anggaran tersebut termasuk pembangunan Jembatan Petekan yang berfungsi sebagai pintu air.

Untuk membangun pintu air yang terletak di Sungai Kalimas sisi utara itu, terang Awey, sapaan akrabnya, Pemkot Surabaya mengalokasikan dana sebesar Rp 43 miliar.

Karena prioritas adalah pengadaan pintu air, tambah dia, maka jika ingin menyelesaikan sampai pada sistem jembatan, harus dianggarkan lewat perubahan anggaran keuangan (PAK).

“Untuk proyek Jembatan Petekan sudah diputuskan dibangun mandiri pakai dana APBD. Tidak lagi menunggu dari pusat,” jelas legislator dari Partai Nasdem itu.

Dia pun minta Pemkot Surabaya segera merealisasikan revitalisasi Jembatan Petekan karena dinilai jadi salah satu proyek mengatasi banjir.

“Fungsinya jelas untuk mengatur ketinggian air dan bisa digunakan untuk destinasi transportasi air sekaligus potensi wisata,” ujarnya.

Awey juga mengritisi pembuatan saluran yang tidak terintegrasi dengan baik. Akibatnya, arus air yang seharusnya tersambung, menjadi terhambat dan berakibat banjir.

“Kami melihat saluran primer, tersier, sekunder tidak terintegrasi dengan baik. Jadi jangan alam terus yang disalahkan, tapi bagaimana berupaya maksimal,” tutur dia.

Sementara itu, Pemkot Surabaya makin intensif untuk mengatasi banjir. Saat intensitas hujan yang terus meningkat hingga Januari 2018, Pemkot Surabaya akan fokus pada pengendalian banjir di antaranya normalisasi sungai.

Normalisasi saluran pengendali banjir ini pada akhir 2017 lalu dilakukan di antaranya di Sungai Pegirian kawasan Semampir. Pendangkalan di sungai tersebut menjadi salah satu sebab banjir di kawasan utara.

Sebagai saluran primer, Sungai Pegirian sangat bermanfaat untuk menampung air hujan.

Jelang akhir tahun, Pemkot Surabaya juga melakukan normalisasi saluran kecil di kampung-kampung, seperti di Bendul Merisi dan Gadung.

(Shintya)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *