SURABAYA (MADURAEXPOSE)–Ratusan wartawan Media cetak dan online Se-Jawa Timur dan dikawal lansung oleh Laskar Merah Putih Markas Kota Surabaya mendatangi polrestabes Surabaya guna untuk mengklarifikasi Kasus Kriminalisasi Jurnalis atas nama Syamsul Arifin dari Media Berita TKP oleh pihak Cafe santoso yang ditangani oleh Polsek Simokerto Surabaya,Senin 18/02/18.

Pukul 10:20 WIB Masa Anggota PERS sejatim ini tiba di depan Polsek Simokerto, dengan menyampaikan Warning di pinggiran jalan dengan tujuan “Bahwa masyarakat agar tau bahwa Polsek Simokerto tidak menegakkan hukum dengan baik”. Mandul dalam menangani masalah Saudara Samsul Arifin dan ada indikasi penyelewengan BAP demi kepentingan pengusaha,Ujar Agus.

Sekitar Pukul 10:30 WIB masa bergerak menuju Polrestabes Surabaya,tepat didepan gerbang Polrestabes Surabaya, masa menyampain Keluhan mereka untuk menemui Bapak Kapolres Rudy,agar bapak polres tau bahwah Polsek Simokerto sedang berafiliasi dengan Hukum atau lebih tegasnya Polsek simokerto “tidak paham undang-undang”.

Sempat Saling debat pada saat didepan gerbang Polrestabes Surabaya, Polisi menginginkan agar yang masuk kedalam hanya perwakilan saja,namun ditanggapi oleh seluruh wartawan yang hadir
,”bahwa kehadiran hari ini bukan hanya 1,2,dan 3 media saja tapi lebih dari 100 warwan yang hadir”,setelah perdebatan hangat tersebut Polisipun memperbolehkan masa untuk masuk kedalam.

Ada beberapa pertanayan yang belum dijawan oleh Polsek simokerto pada saa audiens tersebut.

1.terkait Izin Caffe santoso sudah ada apa belum?

2.Ada oknum polsek simokerto yang menunjukan senjata namun tidak ditelusuri kepastiannya.

Tampak sekali pihak polsek Simokerto pada saat itu pucat dan gemetar atas ajuan pertanyaan massa aksi Pers.

Berikut 4 Tuntutan yang di sampaikan peserta aksi pertama- Para wartawan mengklarifikasi atas penyidikan dari pelaporan Samsul kepada Wong Ci Sui yang menjadi tersangka semula dengan jeratan pasal 351 KUHP tentang penganiayaan junto pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, sehingga pihak Wong Ci Sui jeratannya menjadi ringan.

kedua-meminta status Samsul Arifin sebagai tersangka di hentikan sementara waktu.
Ketiga- para peserta aksi meminta kasus ini di lakukan gelar perkara secara terbuka.
keempat-penyidik harus di ganti dan di limpahkan kasus ini ke Polrestabes Surabaya.

Sementara itu Kuasa hukum BeritaTKP Eko Santoso.SH mengatakan ,’’bahwa dalam hal perkembangan kasus ini penyidik tidak bisa menunjukkan minimal Dua alat bukti yang menjadikan Samsul sebagai tersangka.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Dengan menunjukkan berita acara pemeriksaan sebagai tersangka, pada saat 3 hari selang kejadian saya mendatangi Polsek Simokerto dengan klien saya,untuk meminta segera melakukan olah TKP guna untuk mengamankan barang bukti berupa CCTV yang ada di kafe Santoso, hal tersebut di jawab oleh Kanitreskrim Polsek Simokerto bahwa Penyidik sedang luar kota,’’terang Eko kuasa hukum.

(Bahrudin Mudhar)