Ternyata, Bupati Sumenep Setuju Pemekaran Wilayah

Terbit: 14 April 2017 | 10:55 WIB

MADURAEXPOSE–Bupati Sumenep, Jawa Timur, A. Busro Karim, setuju wilayahnya dimekarkan untuk memenuhi kebutuhan minimal jumlah kabupaten sebagai prasyarat pembentukan Provinsi Madura.

“Saya ini kan dipilih oleh rakyat, tidak etis jika rakyat saya menginginkan agar Sumenep dimekarkan lalu saya menolak,” katanya di sela pembukaan seminar “Madura Menjadi Provinsi” di Pendopo Ronggosukowati, Pamekasan, Madura, Sabtu malam, 11 Maret 2017

Pemekaran Kabupaten Sumenep merupakan salah satu wacana yang berkembang dalam berbagai diskusi dan kajian ilmiah yang digelar kelompok masyarakat di Pulau Garam selama ini.

Rencananya, kabupaten paling timur di Pulau Madura ini akan dibagi menjadi Kabupaten Sumenep seperti nama saat ini dan kabupaten kepulauan. Konsekuensinya, Sumenep akan kehilangan sumber minyak dan gas bumi yang ada di kepulauan.

“Ya kalau sudah pisah, tentu kita tidak akan bicara soal migas lagi,” kata Busro Karim.

Seminar Nasional bertema “Madura Menjadi Provinsi” dibuka oleh Kepala Bakorwil IV Pamekasan Azhar mewakil Gubernur Jawa Timur Soekarwo. Seminarnya sendiri dilaksanakan pada Ahad, 12 Maret 2017, mulai pukul 08.00 WIB.

“Seminar kali ini hanya untuk menyamakan persepsi, antara masing-masing kabupaten yang ada di Madura,” katanya.

Bupati Sumenep DR. KH. A. Busyro Karim/Istimewa.

Seminar menghadirkan narasumber pakar hukum tata negara Prof Machfud Md., pakar ekonomi Prof Didik J. Rachbini, pakar sosial-politik Prof Siti Zuhro, dan Direktur Penataan Daerah Otonomi Khusus dan DPOP Ditjen Otonomi Daerah Safrizal Z.A.

Seminar “Madura Menjadi Provinsi” ini diikuti bupati, wakil bupati, ketua DPRD, ketua komisi dan fraksi, akademisi, tokoh masyarakat dan pegiat lembaga swadaya masyarakat (LSM) se-Madura.

[ant/tmp]

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

    Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

    Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

    Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *