Disdik Sumenep Gelar Singkronisasi Program Pendidikan Menengah

Terbit: 6 Oktober 2016 | 16:08 WIB

MADURA EXPOSE–Sebagai bentuk kepedulian Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sumenep, Madura, terhadap masa depan pendidikan menengah, sekaligus implementasi dari Peraturan Bupati (Perbup), tentang muatan lokal baca tulis Al-Qur’an bagi peserta didik, yang beragama Islam.

Sri Agustina, Kasi Kurikulum Dikmen yang berhasil diwawancarai MaduraExpose.com menjelaskan, adanya sosialisasi terkait singkronisasi dan sosialisasi program pendidikan menengah tersebut melibatkan siswa tingkat SMP, SMA, SMK/sederajat se-Kabupaten Sumenep, Madura.

“Kegiatan ini sebagai sosialisasi tentang perbup tahun 2016 untuk tingkat SMP, SMA, SMK Swasta atau yang sederajat,” unngkap Sri Agustina, Kasi Kurikulum Dikmen Dinas Pendidikan Sumenep, Madura, saat berbincang dengan Madura Expose.com, Kamis 6 Okt0ber 2016.

Dengan sosialisasi ini, agar perbup dirancang dan dilaksanakan kepada masing-masing lembaga pendidikan dibawah naungan Dinas Pendidikan Sumenep.

“Peraturan Bupati ini tentang muatan lokar, yakni baca tulis Al-Qur’an bagi peserta didik yang beraga Islam di Kabupaten Sumenep,”imbuhnya.

Kegiatan yang berorientasi pada singkronisasi dan sosialisasi program pendidikan menengah tersebut diikuti sebanyak 200 orang yang terdiri dari kepala SMPI, SMA,MA,SMK Swasta Se- Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

“Acara ini kami gelar selama tiga hari, mulai dari tanggal 5-7 okteber 2016 dan langsung di buka oleh Bapak Kepala Dinas Pendidikan Sumenep,”pungkasnya. [Zal/Fer/***]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Laga Panas Pengadaan Buku: Sahnan MP3S Siapkan ‘Tiket’, Haji Iksan Pasang ‘Gembok’ SIPLAH!

Terbit: 2 Maret 2026 | 02:31 WIB SUMENEP – Awal pekan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumenep mendadak “gerah”. Bukan karena suhu udara, melainkan karena mencuatnya tensi tinggi antara aktivis pengawas…

Bisnis Buku di Sekolah: MP3.S Siapkan ‘Tiket’ ke Penjara

Terbit: 1 Maret 2026 | 12:11 WIB SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Praktik jual-beli buku pelajaran yang melibatkan transaksi langsung antara penerbit dan sekolah di Kabupaten Sumenep kini berada di bawah radar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *