Oknum PNS “Serobot” Hak Yatim dan Warga Miskin di Pasar Murah

Terbit: 23 Juni 2016 | 04:18 WIB

MADURA EXPOSE--Ratusan paket bantuan yang seharusnya disalurkan kepada anak yatim, fakir miskin dan tokoh masyarakat ternyata diduga disunat oleh oknum aparatur sipir negara (ASN) dan orang kaya bermobil mewah. Pasalnya, banyak orang fakir miskin dan kaum duafa tidak mendapat jatah bantuan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Kaukus Mahasiswa Sumekar (KMS) Sumenep, Ahmad Zainullah. Ia melihat sendiri kalau program yang diluncurkan Kesmas Setkab Sumenep itu hanya dinikmati oleh oknum abdi negara dan orang kaya. Program yang bertajuk “Buka bersama dan Pemberian Santunan kepada Kaum Duafa, Fakir miskin, Anak Yatim dan Tokoh Masyarakat” pun salah sasaran.

“Seperti itulah yang kami temukan di lapangan. Ada satu oknum ANS bertugas di lingkungan Pemkab, satu ASN yang bekerja di lingkungan Kementerian Agama Sumenep inisial S yang juga seorang dosen di salah satu kampus,” urainya Rabu (22/6).

Pria yang akrab disapa Zen itu pun sangat menyesalkan kepada para oknum ASN yang ikut menikmati hak-hak anak yatim dan fakir miskin. “Ironisnya, ada yang bermobil mewah juga menerima program itu. Ini kan sudah tidak benar,” ujarnya.

Seharusnya, kata Zen, masih banyak warga lain yang jauh lebih berhak untuk menerima bantuan itu. Bahkan, anak yatim dan fakir miskin yang tersebar di pelosok desa tidak pernah tersentuh oleh bantuan pemerintah. “Bupati dan pihak-pihak terkait harus bertanggungjawab dengan masalah ini, karena menyangkut oknum abdi negara,” tandasnya.

Sementara, Kepala Bagian Kesejahteraan Masyarakat (Kesmas) Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ach. Syahwan Effendi menjelaskan, ada 850 paket bantuan yang disalurkan pada kaum duafa, anak yatim, fakir miskin dan tokoh masyarakat.

“Mekanismenya menggunakan kupon yang diserahkan pada kelurahan dan kecamatan. Jadi, yang menentukan siapa yang berhak menerima ya kecamatan,” terangnya.

Pihaknya yakin tidak ada yang salah sasaran. “Karena kecamatan dan pihak kelurahan yang lebih tahu,” kilahnya.

(Isn/KoM)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *