Laba Rp2,47 Triliun: Strategi ‘Gila’ AKRA Sulap JIIPE Jadi Mesin Uang

Terbit: 19 Maret 2026 | 19:42 WIB

JAKARTA – Di tengah volatilitas pasar global yang tak menentu, PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) membuktikan ketangguhan model bisnisnya dengan mencetak laba bersih Rp2,47 triliun sepanjang tahun buku 2025. Angka ini mencerminkan pertumbuhan solid sebesar 11 persen (yoy), sebuah anomali positif di tengah koreksi aktivitas pertambangan nasional.

Presiden Direktur AKRA, Haryanto Adikoesoemo, mengungkapkan bahwa diversifikasi adalah kunci. “Model bisnis yang terintegrasi, terutama akselerasi pada kawasan industri JIIPE (Gresik), telah menjadi recurring income yang sangat stabil,” tegasnya.

Baca Juga: Michael Bambang Hartono Wafat: Senyapnya Sang Arsitek Imperium BCA-Djarum

Dalam perspektif administrasi bisnis, lonjakan pendapatan JIIPE sebesar 107 persen bukan sekadar angka keberuntungan. Ini adalah hasil dari ekosistem Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang berhasil menarik anchor tenants skala global. Peningkatan pendapatan utilitas sebesar 129 persen menunjukkan bahwa AKRA tidak lagi sekadar menjual lahan, melainkan telah menjadi “penguasa infrastruktur” yang menyediakan energi dan layanan bagi industri manufaktur masa depan.

Kedaulatan Energi & Transisi Bersih: AKRA juga mempertegas posisinya dalam mendukung ketahanan energi nasional melalui ekspansi distribusi ke Indonesia Timur. Melalui kemitraan strategis bp-AKR, perseroan mulai merambah infrastruktur LNG dan biodiesel, sebuah langkah antisipatif menuju transisi energi bersih yang lebih ramah lingkungan namun tetap menguntungkan secara fiskal.

Baca Jugal: Misteri Tata Kelola BBM Subsidi: Menakar Kepastian Hukum dalam Distribusi Energi di Kepulauan

Dengan rasio net gearing di angka -0,08x dan Return on Equity (ROE) mencapai 20 persen, struktur neraca AKRA menunjukkan kesehatan finansial yang “berotot”. Perseroan saat ini berada dalam posisi likuiditas yang sangat kuat untuk melakukan ekspansi lebih agresif di tahun 2026.

Ferry Arbania – Chief Editor & Strategic Intelligence Observer

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Menakar Denyut Migas Sumenep: Dari Kejar Target Produksi hingga Pertanggungjawaban Sosial

Terbit: 29 Oktober 2026 | 22:36 WIB JAKARTA/SUMENEP — Sektor minyak dan gas bumi (migas) di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, kembali berada di titik sorot. Di satu sisi, industri hulu…

Menakar Celah di Balik Anggaran Tani: Mengapa Bantuan DKPP Sumenep Rentan Tergelincir?

Terbit: 22 Oktober 2026 | 04:02 WIB Oleh: Redaksi Laboratorium Nalar MaduraExpose Sektor pertanian adalah urat nadi perekonomian Kabupaten Sumenep. Setiap tahunnya, miliaran rupiah dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *