
Sumenep – Kabupaten Sumenep, yang dikenal sebagai salah satu ujung timur Pulau Madura dengan kekayaan budaya dan destinasi wisatanya yang eksotis, kini berada dalam sorotan ganda. Di satu sisi, daerah ini terus berupaya menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. Di sisi lain, isu kesehatan publik, khususnya status Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak yang belum dicabut, berpotensi memberikan dampak signifikan pada citra dan kunjungan wisatawan.
Investigasi mendalam menunjukkan bahwa meskipun Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumenep masih menunggu keputusan resmi dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) terkait pencabutan KLB, sektor pariwisata Sumenep harus bekerja ekstra keras untuk memastikan kesehatan publik tidak mengganggu geliat ekonomi daerah.
Proyeksi PAD Sumenep dari Sektor Pariwisata: Target Ambisius 2025
Sumenep memiliki aset pariwisata yang beragam, mulai dari keindahan alam seperti Gili Labak dan Pulau Oksigen Gili Iyang, hingga warisan budaya berupa Keraton Sumenep dan Masjid Agung Sumenep. Sektor ini merupakan salah satu andalan utama dalam mencapai target PAD.
Data terbaru menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumenep menargetkan kenaikan signifikan PAD dari retribusi tempat wisata dan parkir. Beberapa langkah strategis telah dilakukan:
Revitalisasi Akses: Perbaikan infrastruktur jalan menuju destinasi utama seperti Pantai Slopeng dan pengembangan dermaga penyeberangan ke pulau-pulau.
Peningkatan Fasilitas: Penambahan fasilitas dasar di Gili Iyang dan Gili Labak untuk kenyamanan wisatawan.
Digitalisasi Tiket: Mulai diujicobakan sistem pembayaran tiket elektronik untuk efisiensi dan transparansi retribusi.
PAD Pariwisata: “Kami optimistis sektor pariwisata akan menjadi pendorong utama PAD tahun ini. Namun, keberlanjutan sektor ini sangat bergantung pada citra daerah. Isu kesehatan, seperti KLB, harus segera tuntas agar tidak ada keraguan dari calon pengunjung,” ujar seorang sumber di Bappeda Sumenep.
Target yang dicanangkan untuk tahun anggaran 2025 menunjukkan bahwa pariwisata diharapkan menyumbang persentase yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya, seiring dengan pemulihan pasca-pandemi.
Dampak Ganda Isu Kesehatan: KLB Campak Belum Dicabut
Pencitraan positif Sumenep sebagai destinasi wisata unggulan kini berbenturan dengan kenyataan adanya status KLB Campak yang masih menggantung.
Dinkes Sumenep Tak Berani Cabut KLB Campak – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri, menegaskan bahwa pencabutan status KLB sepenuhnya berada di tangan pemerintah pusat.
“Kami masih menunggu rekomendasi dari Kemenkes. Perkiraannya dalam minggu ini, tetapi sampai sekarang kami belum mendapatkan informasinya,” kata Syamsuri, Selasa (25/11/2025).
Syamsuri menjelaskan bahwa tim Kemenkes telah melakukan evaluasi mendalam, termasuk kunjungan lapangan ke Puskesmas Kalianget, wilayah dengan kasus campak terbanyak dan cakupan Outbreak Response Immunization (ORI) tertinggi, yakni lebih dari 95 persen. Kunjungan ini bertujuan mengambil sampel dan memverifikasi kelengkapan laporan penanganan.
Kenapa Status KLB Menjadi Krusial?
Status KLB, meskipun telah dilakukan penanganan intensif, dapat memicu dua risiko utama bagi sektor pariwisata:
Peringatan Perjalanan: Status KLB secara tidak langsung bisa memicu kekhawatiran wisatawan domestik maupun internasional, yang berujung pada penundaan atau pembatalan perjalanan.
Prioritas Anggaran: Sumber daya dan fokus anggaran daerah, yang seharusnya bisa dialihkan ke pengembangan infrastruktur wisata, terpaksa masih terbagi untuk pemantauan dan penanganan kesehatan.
Syamsuri menambahkan bahwa pemantauan medis di 30 puskesmas dan rumah sakit rujukan tetap dilakukan setiap hari selama status KLB belum resmi dicabut. “Semua masih masuk pantauan sampai nanti status KLB benar-benar dicabut,” tegasnya.
Jalan Keluar: Memastikan Kepercayaan Publik
Untuk menjaga momentum PAD dari pariwisata, Sumenep harus melakukan upaya simultan:
Transparansi Informasi Kesehatan: Dinas Kesehatan harus terus menginformasikan perkembangan penanganan Campak secara berkala dan transparan, menegaskan bahwa penularan berada di bawah kendali (cakupan ORI tinggi).
Promosi ‘Wisata Aman’: Pemerintah daerah perlu gencar mempromosikan destinasi wisata dengan menekankan protokol kesehatan yang ketat dan jaminan keamanan bagi pengunjung.
Fokus Destinasi Pulau: Mengingat kasus Campak terpusat di daratan (Kalianget), promosi keindahan pulau-pulau terpencil seperti Gili Iyang (Pulau Oksigen) dapat diperkuat, menonjolkan kealamian dan kondisi udaranya yang sehat.
Kunci keberhasilan Sumenep dalam mencapai target PAD 2025 terletak pada kecepatan Kemenkes mengeluarkan rekomendasi pencabutan KLB, dan kemampuan Pemerintah Kabupaten untuk menjaga citra pariwisata tetap kokoh di tengah bayang-bayang isu kesehatan yang menantang.***



![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)