Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB

SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai Lombang, Kamis (26/03/2026), ritual tahunan pasca-Idulfitri ini diarahkan menjadi produk pariwisata strategis yang berkelanjutan.

Dalam perspektif administrasi publik, langkah ini menunjukkan upaya sinkronisasi antara pelestarian identitas budaya (cultural preservation) dengan optimalisasi pendapatan masyarakat. Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Sumenep, Ferdiansyah Tetrajaya, mewakili Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo, menyatakan bahwa festival ini bukan sekadar seremonial, melainkan memiliki dimensi filosofis dan ekonomi yang signifikan.

Dinamika Ekonomi dan Teori Anggaran
Penyelenggaraan festival di destinasi ikonik seperti Pantai Lombang berfungsi sebagai multiplier effect bagi sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Secara teoritis, alokasi anggaran daerah untuk kegiatan kebudayaan yang terukur dapat memicu pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas.

“Festival Ketupat harus kita jadikan sebagai event yang memiliki daya tarik wisata, sekaligus mampu memberikan dampak nyata bagi perekonomian masyarakat,” ujar Ferdiansyah. Hal ini sejalan dengan prinsip pembangunan daerah yang inklusif, di mana aset budaya dikonversi menjadi keunggulan kompetitif (competitive advantage) sektor pariwisata.

Edukasi dan Keberlanjutan
Di luar aspek finansial, pemerintah daerah menekankan pentingnya peran festival sebagai sarana edukasi bagi generasi muda. Di tengah gempuran modernisasi, pengemasan tradisi secara inovatif tanpa mereduksi nilai kearifan lokal menjadi kunci utama dalam menjaga jati diri masyarakat Sumenep.

Melalui kolaborasi lintas sektor—mulai dari perangkat daerah hingga komunitas lokal—Festival Ketupat diharapkan menjadi prototipe pembangunan berbasis budaya yang profesional dan mampu meningkatkan daya saing daerah di level nasional maupun internasional.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Paradoks Keraton: Pesta Pora Festival di Tengah “Lapar Tersembunyi” 1.789 Balita Sumenep

Terbit: 10 Maret 2026 | 11:04 WIB SUMENEP – Gema tawa dan aroma hidangan buka puasa di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Senin (09/03), seolah menjadi oase optimisme. Di sana, Bupati…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *