REKOR PAD PARIWISATA: Sumenep Berani Pasang Target 2 Juta Wisatawan di 2025, Capaian Rp 617 Juta Jadi Bukti Awal

Terbit: 5 Desember 2025 | 18:56 WIB

SUMENEP – Di tengah upaya pemulihan ekonomi pasca-pandemi, Kabupaten Sumenep secara ambisius memposisikan pariwisata sebagai motor penggerak utama. Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep tidak main-main, dengan memasang target kunjungan fantastis: 1,7 juta hingga 2 juta wisatawan pada tahun 2025.

Target ini didukung oleh realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sektor pariwisata yang menunjukkan tren positif signifikan. Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Ikhsan, mengklaim bahwa hingga akhir Juli 2025, realisasi PAD telah menyentuh angka Rp 617 juta, mencapai 52,86 persen dari total target tahunan Rp 1,182 miliar.

“Capaian ini menunjukkan tren positif kinerja sektor pariwisata daerah yang terus membaik. Kami optimistis target tahunan dapat tercapai atau bahkan terlampaui,” ujar Ikhsan, menegaskan optimismenya bahwa Sumenep siap melangkah jauh di sektor ini.

110 Event dan Digitalisasi Tiket: Strategi Menjemput 2 Juta Wisatawan

Peningkatan pendapatan dan optimisme target 2 juta pengunjung bukan terjadi secara kebetulan, melainkan hasil dari strategi terpadu yang berfokus pada tiga pilar utama: perbaikan fasilitas, event, dan digitalisasi.

1. Revitalisasi Destinasi Unggulan: Disbudporapar fokus memperbaiki sarana dan prasarana di destinasi utama yang selama ini menjadi andalan. Prioritas perbaikan mencakup:

  • Pantai Lombang dan Pantai Slopeng: Dua pantai eksotis Madura yang terkenal dengan panorama khasnya.
  • Museum Keraton Sumenep: Penguatan aset budaya dan sejarah sebagai daya tarik utama wisata edukasi.
  • Asta Tinggi: Fokus pada penguatan tata kelola dan keselamatan.

2. Intensitas Event dan Promosi Digital: Untuk menjaga momentum kunjungan, Disbudporapar telah menyiapkan amunisi berupa Sumenep Calendar of Event 2025 dengan total 110 acara. Promosi acara-acara ini dioptimalkan melalui media digital dan media sosial untuk menjangkau wisatawan milenial di luar Madura dan Jawa Timur.

3. Tiket Digital dan Efisiensi PAD: Menurut Moh. Ikhsan, kenaikan pendapatan PAD secara signifikan didorong oleh penerapan sistem tiket digital. Sistem ini tidak hanya mempermudah akses bagi pengunjung, tetapi juga meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan pendapatan, meminimalkan potensi kebocoran.

Sinergi Pentahelix sebagai Kunci Melampaui Target

Keberhasilan melampaui target PAD di tahun 2024 dan capaian positif di pertengahan 2025 ini diklaim berkat penerapan konsep Pentahelix yang melibatkan lima unsur: Pemerintah (Disbudporapar), Masyarakat (Pokdarwis), Akademisi, Media, dan Pelaku Usaha (UMKM).

Kolaborasi ini diwujudkan melalui:

  • Penguatan UMKM Lokal: Pariwisata didorong untuk menjadi pengungkit ekonomi masyarakat, di mana manfaatnya dirasakan langsung oleh warga lokal.
  • Pemberdayaan Desa: Pembentukan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), seperti yang dilakukan di Pantai Galung, untuk memastikan pengelolaan wisata dilakukan secara profesional dan berkelanjutan oleh masyarakat setempat.
  • Peningkatan Kualitas Layanan: Melalui penguatan tata kelola dan pelatihan bagi pengelola wisata agar mengutamakan keselamatan pengunjung, pemasangan rambu peringatan, dan penerapan Sapta Pesona (Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah).

“Pariwisata bukan sekadar destinasi, tapi pengungkit ekonomi masyarakat. Kita ingin manfaatnya dirasakan secara langsung oleh warga,” tegas Ikhsan.

Dengan infrastruktur yang terus dibenahi, promosi yang terpadu, serta kolaborasi kuat dari semua pihak, Sumenep kini optimistis tidak hanya mencapai target 1,7 juta pengunjung, tetapi juga merealisasikan angka fantastis 2 juta wisatawan di tahun 2025.

H. Moh Iksan Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep./Ist.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *