Waspada! Campak Mengancam Sumenep: 4 Meninggal, Ratusan Terinfeksi

Terbit: 6 Agustus 2025 | 23:32 WIB

SUMENEP, Madura Expose — Kasus campak di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tidak hanya menunjukkan peningkatan signifikan, tetapi juga telah menelan korban jiwa. Data terbaru dari Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep mencatat, selama periode Februari hingga Juli 2025, sebanyak empat pasien campak meninggal dunia.

“Data kasus meninggal dunia itu hingga 28 Juli. Ada empat kasus. Diduga ada komplikasi yang memperburuk kondisi penderita,” ungkap Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes P2KB Sumenep, Achmad Syamsuri. Keempat pasien yang meninggal tersebut sempat mendapatkan penanganan medis di rumah sakit setelah sebelumnya dirujuk dari puskesmas.

Anak-anak Paling Rentan, Imunisasi Jadi Kunci

Syamsuri menyoroti bahwa mayoritas penderita campak di Sumenep, yaitu 52 persen, adalah anak-anak berusia 1 hingga 4 tahun. Kelompok usia ini memang tergolong sangat rentan terinfeksi campak, terutama jika belum mendapatkan imunisasi lengkap.

“Kita gencarkan imunisasi bagi yang belum mendapatkan imunisasi. Kasus yang terjadi tentu menjadi perhatian kita,” ujarnya, menekankan pentingnya program imunisasi sebagai benteng pertahanan utama.

Sejak Februari hingga Juli 2025, lebih dari 800 warga Sumenep tercatat terserang campak. Jenis campak yang ditemukan adalah tipe umum, yaitu campak morbili atau measles.

Pencegahan dan Kewaspadaan Dini

Melihat angka kasus dan korban jiwa, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera mengambil langkah pencegahan. Imunisasi campak lengkap adalah cara paling efektif untuk melindungi diri dan keluarga, terutama anak-anak. Selain itu, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala campak, menjadi langkah krusial untuk mencegah komplikasi yang fatal.

[kmc/dbs/gmn/fat]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *