HUT ke-80 RI: Bupati Fauzi ‘Ngulek’ Mie Goreng Disaksikan Emak-emak ASN

Terbit: 6 Agustus 2025 | 23:42 WIB

SUMENEP, Madura Expose — Di tengah rutinitas birokrasi yang kerap kaku, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep, Madura, Jawa Timur, menghadirkan cara segar untuk merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2025. Bukan sekadar upacara formal, perayaan kali ini dimeriahkan dengan Lomba Masak Mie Goreng yang melibatkan langsung pimpinan perangkat daerah, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), BUMN, hingga BUMD.

Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menyebut lomba unik ini sebagai sarana strategis untuk mempererat silaturahmi, membangun emosional leadership, dan menghapus sekat-sekat struktural antar instansi.

“Mie goreng adalah simbol kesederhanaan. Tapi dari yang sederhana itulah kita bisa membangun rasa kebersamaan dan gotong royong. Ini lebih dari sekadar lomba masak,” ujar Bupati Fauzi saat membuka acara di halaman Kantor Bupati, Rabu (6/8/2025).

Kreativitas Tanpa Asisten: Membangun Sinergi dari Dapur Umum

Dalam suasana penuh kehangatan, setiap peserta dari kalangan pejabat tinggi daerah ditantang untuk meracik dan memasak mie goreng kreasi sendiri, tanpa bantuan asisten. Kreativitas dalam rasa dan plating menjadi kunci, namun semangat kebersamaan dan gotong royong menjadi esensi utama yang ingin ditanamkan.

Lomba ini juga menjadi cerminan filosofi pemerintahan Bupati Fauzi, yang dikenal mengusung pendekatan humanis, sederhana, namun berdampak. Ia mengajak para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak hanya loyal, tetapi juga inovatif, dan dekat dengan masyarakat.

“Kami ingin membangun pemerintahan yang hangat, dekat, dan menyatu. Kalau masak mie saja bisa membuat semua bahagia, apalagi kalau semangat ini dibawa dalam pelayanan publik,” tambahnya.

Reduksi Ego Sektoral, Perkuat Ikatan Emosional

Tak hanya adu rasa dan tampilan, lomba ini menjadi momentum berharga untuk mereduksi ego sektoral, membuka ruang informal antar lembaga, serta memperkuat sinergi lintas instansi. Ini adalah pendekatan leadership yang soft namun strategis, menunjukkan bahwa pembangunan daerah tak hanya butuh anggaran, tetapi juga ikatan emosional yang kuat antar penggeraknya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam merayakan kemerdekaan dengan cara yang lebih merakyat dan membangun kebersamaan dari tingkat pimpinan.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *