Warga Surabaya Berikrar “Jogo Suroboyo,” Wali Kota Eri Ajak Warga Bangkit dan Jaga Kota Tercinta

Terbit: 5 September 2025 | 05:34 WIB

SURABAYA – Kamis (4/9/2025) menjadi hari bersejarah bagi Kota Surabaya. Sebanyak 9.299 warga dari berbagai elemen masyarakat memadati Tugu Pahlawan untuk mengikrarkan “Jogo Suroboyo, Jogo Indonesia.”

 

Ikrar ini merupakan respons tegas terhadap situasi kerusuhan yang sempat mengganggu keamanan dan perekonomian Kota Pahlawan. Momen tersebut membuktikan bahwa persatuan dan komitmen warga Surabaya dalam menjaga kota tercinta tetap kuat.

 

 

Inisiasi ikrar datang dari beragam kelompok, mulai dari Karang Taruna, Pemuda Pusura, Cak Ning, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas, Pemuda Pancasila, Pramuka, hingga perwakilan Madura Asli (Madas), Muhammadiyah, PCNU, Gojek, dan Satgas Kampung Pancasila. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan persatuan melampaui sekat-sekat sosial.

 

 

Surabaya: Kota Pejuang yang Harus Dijaga

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengingatkan kembali sejarah kota ini. “Surabaya adalah kota pahlawan. Kota yang dipertahankan oleh pejuang dari penjajah. Maka, darahnya anak-anak Surabaya adalah darah pejuang,” tegas Eri.

 

 

Eri menegaskan bahwa Kota Surabaya adalah milik seluruh warganya, bukan hanya milik segelintir orang. Ia mengapresiasi keberanian warga Wonokromo dan Bubutan yang secara swadaya berani menjaga keamanan wilayah mereka saat kerusuhan terjadi.

 

“Saya matur nuwun untuk warga Wonokromo yang kemarin ketika terjadi anarkistis, mereka mempertahankan Wonokromo dengan perjuangan yang luar biasa,” ujarnya. “Warga Bubutan semua keluar memberikan hantaman untuk memberikan ketenangan kepada warga Kota Surabaya.”

 

 

Momen Introspeksi untuk Bangkit Bersama

Kerusuhan yang terjadi juga menjadi pengingat bagi seluruh warga Surabaya. Menurut Eri, ini adalah momen untuk mengesampingkan ego dan kembali bergotong royong.

 

“Mungkin Surabaya hari ini kita terlalu banyak ego, mungkin ada yang merasa sempurna, mungkin ada yang merasa paling hebat, tapi hari ini kita diingatkan Tuhan bahwa rasa-rasa itu harus dihilangkan,” tuturnya.

 

 

Eri mengajak seluruh masyarakat untuk kembali beraktivitas normal agar roda perekonomian dapat terus berjalan. Ia menekankan pentingnya menjaga kota ini demi masa depan anak cucu. “Ini waktunya kita bangkit, kita jaga kota tercinta kita ini,” tegasnya.

 

 

Berikut adalah ikrar yang diucapkan oleh warga Kota Surabaya:

  1. Menjaga Surabaya tetap aman dan rukun dalam kebersamaan.
  2. Menguatkan kota Surabaya sebagai jati diri warga kota dan masa depan Surabaya.
  3. Menyampaikan aspirasi dengan kritis dan tidak mudah terprovokasi.
  4. Menolak segala bentuk kekerasan dan anarkistis.
  5. Bersatu dalam harmoni tanpa amarah dan bersama-sama tolong menolong antar warga.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Strategi Emil Dardak Perkuat Ekonomi Desa Lewat Jambore Kampung Tematik 2026 di Madiun

Terbit: 25 Februari 2026 | 21:45 WIB SURABAYA, MADURA EXPOSE – Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan Jambore Nasional Kampung Tematik Indonesia (KTI) yang…

Kiblat Surabaya di Sumenep: Mengurai Sengkarut Kemiskinan dari Level RT

Terbit: 23 Februari 2026 | 05:22 WIB Sumenep, MaduraExpose.com-  Momentum Ramadhan 2026 di Kabupaten Sumenep tahun ini tidak hanya diisi dengan ritual keagamaan. Di balik tembok tebal Pendopo Agung Keraton,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *