MADURAEXPOSE.COM– Sejumlah warga desa di Kecamatan Pasongsongan, Sumenep mengaku hanya terima tiga kali pembagian beras sejahtera atau rastra (nama baru bantuan raskin) terhitung sejak bulan Januari hingga Agustus 2017.

Beberapa warga yang menghubungi redaksi mengaku kecewa dan berharap persoalan rastra ini segera dibereskan sesuai aturan.

“Saya tanya istri saya, dia bilang hanya terima tiga kali sepanjang tahun ini Mas, “ujar warga desa di salah satu desa di Kecamatan Pasongsongan, Sumenep, Madura, Jawa Timur, dilansir hari ini Kamis 10 Agustus 2017.

Pihaknya mengaku akan melaporkan persoalan rastra ini kepihak-pihak terkait. Namun pihaknya mengaku masih akan meminta pendampingan kepada salah satu LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

“Kami khan orang awam Mas, jadi wajar kalau untuk mengurus masalah rastra ini dengan meminta bantuan LSM,” imbuhnya.

Untuk diketahui, bantyan Rastra sendiri bukan seperti bantuan sosial yang dibagikan secara cuma-cuma.

Hal itu kerap dijelaskan oleh Menteri Sosial Khafifah Indar Parawansa. Menurut dia, program Rastra tersebut bersifat subsidi pangan dengan harga dibawah pasaran.

“Jadi ini harga tebusnya tetap sama dengan raskin. Perkilo harga tebusnya Rp1.600, maka masyarakat yang bawa Rp24.000, itu berarti setara 15 kilo,” paparnya seperti dilansir Maduraexpose.com dari media online nasional. (Ferry)