Wakil Jaksa Agung Mundur, Sinyal Lampu Merah Buat Jokowi

0
588
istimewa

Madura Expose- Muchtar Pakpahan, Guru Besar di Universitas Kristen Indonesia (UKI) menilai mundurnya Andhi Nirwanto dari jabatan Wakil Jaksa Agung menjadi sinyal lampu merah bagi Jokowi yang telah menunjuk Jaksa Agung dari latar belakang non profesional.

orang nomor dua di korps Adhyaksa itu menjadi sinyal lampu merah bagi Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal itu lantaran telah menunjuk Jaksa Agung yang tidak berlatar belakang orang profesional.
Dirinya berpandangan, alasan kuat mundurnya Andhy lebih disebabkan kepada tidak objektifnya Prasetyo dalam penegakan hukum.

“Mundurnya Andhy menjadi pesan kepada Jokowi dan ini sinyal lampu merah dalam penegakan hukum di Kejaksaan Agung”, terang Muchtar kepada wartawan di Jakarta kemarin.

Muchtar juga menilai, sosok Andhy selama ini dikenal sangat profesional dan objektif. Pilihan mundur itu dinilainya sangat tepat selama Jaksa Agung masih dikendalikan oleh Prasetyo yang cenderung melahirkan tabrakan hukum dalam menangani suatu kasus demi kepentingan politik.

Muchtar berani bertaruh, selama Jaksa Agung dikendalikan orang-orang yang tidak berlatar belakang profesional, selamanya tidak akan obektif dalam upaya penegakan supremasi hukum. Ketidak adilan akan terjadi karena sarat dengan kepentingan dari orang-orang politik yang bermasalah dengan hukum semisal menjadi terlapor atau terdakwa. Apalagi Prasetyo diduga berafiliasi dengan Partai NasDem yang merupakan parpol besutan Surya Paloh.

“Salah satu Nawa Cita Presiden itu penegakan hukum. Jaksa Agung (Prasetyo) harus segera diganti,” tandasnya.
Sebelumnya, Andhi Nirwanto pada Jum’at (29/1) lalu mengaku telah mengajukan surat pengunduran diri sebagai PNS.

Andhi Nirwanto yang lahir di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, 8 Januari 1956 sila ini diangkat menjadi Wakil Jaksa Agung pada Kejaksaan Republik Indonesia pada tahun 2013 di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Saat itu Korps Adhyaksa dipimpin Basrief Arief.

Editor: Ferry Arbania
Sumber:—-