Kuasa Hukum Toni diminta tetap Istiqomah Mengawal Kepastian Hukum

0
632

Madura Expose—Pujian dan apresiasi positif terhadap kuasa hukum Toni, siswa SMA Sumenep yang menjadi korban penganiayaan berencana terus mengalir dari berabagai kalangan. Mereka menganggap, hadirnya sosok Ach Supyadi seolah-olah menjadi dewa penolong bagi warga miskin yang membutuhkan jasa pengacara.

“Dengar kabar kuasa hukumnya Toni itu tidak minta bayaran dalam mengawal kasusnya di Polres. Ini sangat luar biasa, karena selama ini pengacara itu identik dengan orang kaya dan pejabat elit”, terang Tedy Muhtady, Ketua Aktivis Sumekar Network di Kedai Bambu Sumenep, Jum’at Malam (29/1/2016).

Pihaknya berharap, dengan campur tangan kuasa hukum Toni tersebut, pihak aparat kepolisian bisa segera menangkap pelaku kejahatan yang telah membuat tangan korban cacat setelah digoreng kedalam minyak goreng mendidih.

Toni merupakan korban penganiayaan berencana yang dituduh mencuri handphone Dimas, anak seorang pengacara di Sumenep. Anehnya, tuduhan pencurian HP tersebut diduga hanya bermodal keterangan seorang dukun murahan.
[Aiz/Fer]