MADURAEXPOSE–Sikap keras kepala yang ditunjukkan Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi yang menganggap relokasi PKL Taman Bunga sebagai harga mati, ternyata berbuntut panjang dengan munculnya aksi perlawanan dari ratusan pedagangan yang tergabung dalam paguyuban.

Kisruh PKL ini sudah berlangsung hampir dua bulan, dan hingga detik ini belum menemukan titik terang. Buntutnya, ratusan PKL yang didampingi Aktivis GAKI, merancang aksi unjuk rasa besar-besaran ke kantor Pemkab Sumenep pada Kamis (11/08/2016).

“Kami sudah menyampaikan surat pemberitahuan aksi unjuk rasa ratusan PKL ke Polres Sumenep kemarin. Kami sepakat hari kamis besok turun lapangan,” ujar Ach. Farid Azziyadi, juru bicara Paguyuban PKL Taman Adipura, sekaligus Ketua GAKI, Selasa (9/08/2016).

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Pria asal Desa Dungdang, Kecamatan Guluk-Guluk ini menambahkan, selama ini Wabup Sumenep dinilai menggunakan tangan besi dalam menindas PKL. Sikap masa bodoh dan keras kepala yang ditunjukkan Wabup tersebut, lanjut Farid, telah melahirkan kesengsaraan dikalangan wong cilik, terutama ratusan PKL.

“Sudah tau ratusan PKL menderita di Giling, kok Wabupnya bersikap masa bodoh. Ini aneh sekali, harusnya ada perlakuan yang lebih manusiawi. Beruntung ada Bupati yang melalui Kadisperindag meminta kami duduk bersama sebelum aksi dilakukan,” imbuhnya menambahkan.

Pihaknya juga membeberkan permintaan Bupati yang disampaikan Kepala Disperindag kepada Ketua Paguyuban PKL, untuk mengakomodir keinginan PKL.

“Tadi Ketua PKL ketemu saya dan bilang kalau Kepala Disperindag Syaiful Bahri minta kami ketemu Bupati di kantor Pemkab. Intinya, pak Bupati ingin mendengar sendiri keinginan para PKL,” pungkasnya. [Ferry]