SUMENEP – Dampak kerusakan akibat gempa bumi yang melanda wilayah Sumenep, Madura, terus bertambah signifikan. Berdasarkan data terbaru yang dihimpun Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumenep hingga Sabtu (4/10/2025), total 435 bangunan dilaporkan mengalami kerusakan.
Kerusakan masif ini mencakup rumah warga, fasilitas ibadah (masjid dan musala), Puskesmas, Polindes, hingga gedung sekolah di berbagai lokasi terdampak.
“Data kerusakan bangunan ini adalah hasil verifikasi lapangan atau pendataan oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) yang berkoordinasi langsung dengan para camat di wilayah terdampak,” jelas Kepala BPBD Sumenep, Ahmad Laily Maulidi.
Rincian Kerusakan Berdasarkan Kategori
Data sementara menunjukkan bahwa kerusakan paling dominan terjadi pada sektor hunian dan fasilitas ibadah, dengan rincian sebagai berikut:
*Catatan: Data fasilitas umum (Puskesmas/Polindes) dilaporkan mengalami kerusakan ringan, sehingga total di kolom kerusakan ringan lebih tinggi dari jumlah yang terinci.
Laily menegaskan bahwa angka ini bersifat sementara. Tim di lapangan akan terus memperbarui data di berbagai lokasi yang terdampak gempa untuk memastikan seluruh kerusakan terverifikasi secara akurat.
Fokus Pemantauan dan Rencana Bantuan
BPBD Sumenep bersama unsur terkait saat ini tengah mengintensifkan pemantauan dan proses asesmen (penilaian) di wilayah terdampak.
“Kami juga melakukan asesmen untuk menentukan langkah selanjutnya. Prioritas kami adalah menentukan bantuan stimulan berupa rehabilitasi rumah korban yang akan segera disalurkan,” ungkap Laily.
Langkah asesmen ini penting dilakukan untuk menentukan skala kerusakan (berat, sedang, atau ringan) yang akan menjadi dasar penentuan besaran bantuan stimulan bagi korban gempa.


















