Pasang Iklan Tanpa Batas Hub.081332778300

MADURAEXPOSE.COM–Kasus pemberian bingkisan berisi atribut Kristen kepada siswa SD mendapatkan reaksi keras dari Gerakan Umat Islam (GUI) Sumenep, Madura, Jawa Timur. Bahkan organisasi sayap salah satu Ormas islam ini mengancam akan melaporkan kepala dinas pendidikan Sumenep itu ke polisi.

“Kami sangat kecewa dengan Dinas Pendidikan. Kami akan laporkan kepala dinas ke polisi karena telah membiarkan upaya kristenisasi terjadi di Sumenep,” kata juru bicara Guis, dr. Anwar Lutfi.

Menurutnya, upaya kristenisasi bertajuk Sosialisasi Wasbang ke sejumlah sekolah dasar beberapa hari lalu tidak akan terjadi jika tidak ada restu dari dinas terkait. Namun Disdik malah memberikan rekomendasi kepada UPT setempat agar kegiatan tersebut diterima dan digelar. Anwar menilai, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep berlaku cerobah dan lalai menjalankan amanah pendidikan.

“Ini bukan main-main ya. Ini urusan akidah. Ada misi kristenisasi pada anak didik,” terang Anwar.

Namun, lanjut Anwar, jika Dinas pendidikan ingin berdamai dan mengakui kesalahannya, pihaknya masih membuka ruang musyawarah untuk menggagalkan pelaporan tersebut.

“Berdasarkan hasil rapat, kami masih membuka ruang jika Disdik mau berdamai. Tentunya harus menyanggupi syarat dari kami,” tuturnya.

Syarat yang dimaksud juru bicara Guis itu yakni Disdik harus memfasilitasi Guis untuk melakukan rehabilitasi dan recoveri terhadap mental anak didik yang sudah diracuni oleh ajaran kristen. Menurutnya, mental anak didik yang menerima bingkisan saat ini tengah goyah.

“Coba bayangkan, anak kecil mendapatkan hadiah tapi malah ditarik kembali. Bagaimana mentalnya, padahal mereka tidak mengerti apa-apa,” jelas Anwar.

dr. Luthfi Anwar, Juru bica GUIS/Istimewa.

Meski demikian, pihaknya mengaku akan menyerahkan semuanya kepada kepala dinas terkait. Jika tidak ingin berdamai dan tetap dilaporkan, maka tidak perlu mengikuti syarat yang diajukan.

“Tapi kalau mau berdamai, tolong fasilitasi kami melakukan recoveri pada anak didik,” pungkasnya.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumenep tidak bisa dikonfirmasi. Sebab, ketika dihubungi via telepon terdengar nada sambung namun tidak diangkat. (Ozie/News)