Transportasi di Kepulauan Masalembu Lumpuh Total

0
2197

MADURA EXPOSE—Nasib warga kepulauan Masalembu dalam dua pekan terakhir ini benar-benar tragis karena tak ada satupun sarana transportasi laut yang beroperasi dengan alasan kontrak habis.

Andi Wahyudi (24), Warga Dusun Baru, Desa Maslima, Kecamatan Pulau Masalembu yang berhasil di wawancarai Maduraexpose.com pada Selasa dini hari (12/1/2016) membenarkan kosongnya sarana transportasi laut yang selama ini beroperasi di kepulauan tersebut.

“Ini sudah dua minggu tak ada satupun kapal yang beroperasi Mas. Kami benar-benar kelimpungan karena tak bisa pulang kerumah”, ujar Andi Rahwini kepada Maduraexpose.com, Selasa (12/1/2016).

Pihaknya berharap anggota DPRD Sumenep dan DPRD Jawa Timur, maupun perwakilan DPR RI di pusat tidak tinggal diam menyikapi kosongnya sarana transportasi laut di Kepulauan Masalembu.

“Selain kepada para wakil rakyat kami di DPRD sampai DPR RI, kami minta kepada Pemkab dan Bapak Presiden supaya melihat kesulitan kami di Pulau Masalembu. Kosongnya transportasi ini telah membuat kami sengsara karena tidak bisa mencari nafkah”, imbuhnya.

Sementara itu Abdurrahman Suhu, salah satu tokoh masyarakat Masalembu, yang juga politisi Partai Perindo berencana akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi dan Menteri perhubungan memberikan solusi atas kebuntuan yang dihadapi masyarakat kepulauan Masalembu yang berpenduduk sekitar 40 ribu penduduk.

“Kami akan berkirim surat kepada Presiden Jokowi supaya transportasi laut di Masalembu segera dituntaskan. Ini bukan masalah baru, tiap tahun kami menanggung beban yang sangat berat tanpa bisa menjalankan aktivitas apapun, kecuali berdiam diri dirumah. Terus mau makan apa warga kami di kepulauan”, tandasnya.

Pihaknya juga menyayangkan sikap anggota DPRD Sumenep, yang terkesan masa bodoh terhadap kesulitan konstituennya di Masalembu. Pihaknya berharap, anggota dewan tidak tutup mata dan segera mengambilkan tindakan kongkrit supaya lumpuhnya transportasi laut di Masalembu tidak hanya menjadi konsumsi sebuah berita.

“Kawan-kawan media sudah menyampaikan fakta dan para anggota dewan sudah pasti tahu masalah transportasi laut di Masalembu bukan sekedar cerita. Tapi fakta yang sangat meyakitkan. Tapi kenapa semua diam tanpa inisiatif dan upaya apapun”, sindirnya.

Untuk diketahui, selama beberapa tahun terakhir, kapal motor (KM) yang biasa beroperasi di Pulau Masalembu antara lain Sabuk Nusantara, KM Amukti Palapa, KM Mamiri dan Mitra KM Papua KM Miami. Lima kapal tersebut beroperasi secara bergantian dengan jadwal sekali dalam sepuluh hari. Rute yang sering digunakan, yakni mulai dari pelabuhan Tanjung Perak Surabaya menuju Pulau Masalembu-Kalianget. Kemudian dari Kalianget bergeser menuju pelabuhan Arjasa-Kangayan-Sapeken- Banyuwangi.

FERRY ARBANIA