Tolak RKUHP dan Revisi UU KPK Mahasiswa Sita Gedung DPR

Terbit: 19 September 2019 | 12:33 WIB

Maduraexpose.com–Sejumlah mahasiswa dari berbagai universitas menggelar aksi demonstrasi menolak Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) dan revisi Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) di depan Gedung MPR/DPR/DPD, Jakarta pada Kamis (19/9/2019).

Mereka mewarnai aksinya yang berlangsung di Jalan Jenderal Gatot Subroto depan kompleks parlemen itu dengan menyanyikan yel-yel yang menyuarakan penolakan terhadap RKUHP dan revisi UU KPK.

Para mahasiswa itu juga mewarnai aksinya dengan memukul-pukul dan mendorong-dorong pagar Gedung MPR/DPR/DPD agar diizinkan masuk bertemu anggota dewan.

Secara bergantian, perwakilan mahasiswa dari Universitas Indraprasta, Universitas Indonesia, Universitas Pembangunan Nasional, Universitas Trisakti, Institut Teknologi Bandung, Universitas Paramidana, dan Universitas Moestopo berorasi mengkritik sikap DPR dan pemerintah

Demo di DPR, Mahasiswa Bentangkan Spanduk ‘Gedung Ini Disita’Mahasiswa menggelar aksi di depan DPR.

Mereka menganggap regulasi yang akan disahkan tidak berpihak pada kepentingan masyarakat dan menyatakan reformasi sedang dikorupsi saat ini.

“DPR sedang ugal-ugalan dan mengebut legislasi yang tidak berpihak pada masyarakat,” ujar salah seorang mahasiswa dari atas mobil komando.

Dalam aksinya, para mahasiswa membawa spanduk dan poster yang menunjukkan dukungan kepada KPK. Salah satu spanduk yang mereka bentangkan di pagar Gedung MPR/DPR/DPD bertuliskan ‘Gedung ini Disita Mahasiswa’.

Kemudian, terbentang juga spanduk yang menyatakan mosi tidak percaya terhadap DPR dan pemerintah.

Sementara itu, saat berita ini ditulis beberapa perwakilan mahasiswa terlihat tengah berdialog dengan Kapolres Jakarta Pusat Komisaris Besar Harry Kurniawan di balik pagar kompleks parlemen. Belum diketahui apa yang dibicarakan.

Lalu Lintas Tersendat

Sementara itu, akibat ramainya mahasiswa yang melakukan aksi di depan kompleks parlemen pun lalu lintas di sekitar mengalami dampak tersendat.

Di depan kompleks parlemen saja hanya satu jalur yang bisa dilalui kendaraan secara padat merayap. Satu jalur yang digunakan itu pun sejatinya khusus untuk Transjakarta.

Selain itu, Ditlantas Polda Metro Jaya pun memutuskan untuk menutup sementara gerbang tol di DPR/MPR dan dialihkan ke gerbang tol selanjutnya.

Berdasarkan pantauan, kepadatan lalu lintas di depan Gedung DPR yang mengarah ke arah barat itu terpantau dimulai dari kawasan simpang Semanggi.

Kepadatan juga terjadi ke kawasan sekitar seperti Jalan Gerbang Pemuda yang bertemu dengan Jalan Gatot Subroto mengarah ke kompleks parlemen, Jalan Gelora, dan Pejompongan.

(gin)

  • administrator

    www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

    Related Posts

    JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

    Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

    Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

    Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *