MaduraExpose.com– Siapa bilang jadi santri itu cuma bisa ngaji dan hafalan? Nih, ada kabar kece dari Pondok Pesantren Annuqayah Lubangsa Putri, Kabupaten Sumenep.
Tiga santriwati mereka sukses bikin nama Indonesia harum di ajang IIUM Interschool Debating Championship (IDC) 2025 yang digarap sama International Islamic University Malaysia (IIUM).
Mereka adalah Anisah Rusydi, Selfiya Shofiyana, dan Faizah Aulia Shafira. Tiga cewek keren ini bukan kaleng-kaleng, lho. Mereka digembleng khusus di LSO Syu’bah al-Lughah al-‘Arabiyah, sebuah unit yang memang fokus buat ngasah kemampuan bahasa Arab dan debat. Gak heran, skill mereka udah level dewa!
Dari Online Sampai Nangkring di Malaysia
Awalnya, perjuangan mereka dimulai dari babak Preliminary yang digelar online dari tanggal 13 sampai 15 Juni 2025. Bersama 54 tim dari berbagai negara, mereka tunjukin performa terbaik.
Hasilnya? Tim Annuqayah Lubangsa Putri berhasil lolos ke babak Outround! Nah, di sini nih, mereka beneran terbang ke kampus IIUM di Malaysia buat tanding langsung tanggal 19-20 Juli 2025.
Menurut Ustazah Faizatin, tim Annuqayah ini jadi satu-satunya wakil Indonesia yang berhasil tembus babak Outround. Gak cuma itu, mereka juga sukses nangkring di peringkat ke-9 dunia! Posisinya naik dua peringkat dari tahun lalu yang cuma bisa di posisi 11. Keren banget, kan?
Kerja Keras yang Gak Ada Obat!
Ustazah Faizatin bilang kalau pencapaian ini bukan datang gitu aja. Ini adalah hasil dari kerja keras tim yang gak ada obatnya. Mereka serius banget buat ngulik materi debat, ngasah logika biar argumennya kuat, dan nyusun strategi komunikasi yang jitu.
“Mereka berjuang dengan semangat tinggi dan tanggung jawab besar. Ini adalah buah dari ketekunan belajar dan tekad buat bawa nama baik Annuqayah dan Indonesia,” kata Ustazah Faizatin.
Intinya, kemenangan ini bukan cuma buat tim mereka. Ini adalah kemenangan buat semua elemen pesantren dan juga buat bangsa Indonesia. Tiga santriwati ini udah buktiin kalau anak muda Islam juga bisa berprestasi dan bersaing di level internasional. Mereka adalah contoh nyata kalau santri gaul, santri berprestasi!


















