
SUMENEP – Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmen kuatnya. Melalui momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, para pendekar Pagar Nusa berkumpul untuk menggelar kegiatan Koin Konferensi Cabang (Konfercab) NU 2025 sekaligus merangkum laporan pertanggungjawaban Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Pagar Nusa 2025.
Acara yang digelar pada Senin, 9 September 2025, ini bukan hanya sekadar pertemuan formal, melainkan sebuah penegasan semangat kemandirian. Ketua PC Pagar Nusa Sumenep, KH Abdul Muiz Ali Wafa, menegaskan bahwa gerakan Koin NU akan terus digaungkan hingga ke tingkat ranting dan rayon.
“Program koin ini bukan hanya soal penggalangan dana, tetapi juga tentang membangun kemandirian organisasi. Pagar Nusa harus mampu membiayai kegiatan secara mandiri, tanpa selalu bergantung pada pihak luar,” tegasnya.
Prestasi dan Persaudaraan para Pendekar
Di samping fokus pada penggalangan dana, Abdul Muiz juga menyoroti kesuksesan Kejurcab Pagar Nusa yang baru saja selesai. Ia menyatakan bahwa Kejurcab akan menjadi agenda tahunan. Baginya, ajang ini lebih dari sekadar kompetisi; ini adalah wadah untuk melatih atlet, menguatkan persaudaraan, dan mempersatukan para santri dari berbagai pesantren.
Abdul Muiz menambahkan, keberhasilan Kejurcab diukur dari tiga aspek: perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban. Dengan terpenuhinya ketiganya, panitia Kejurcab 2025 dianggap berhasil mencatatkan prestasi yang membanggakan.
Menjaga Marwah NU dengan Kemandirian
Gerakan Koin Konfercab NU 2025 sendiri telah resmi diluncurkan oleh PCNU Sumenep pada 10 Agustus 2025. Dengan semangat Maulid Nabi, Pagar Nusa Sumenep ingin menjadi motor penggerak untuk memperkuat kemandirian organisasi dan menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
“Kami berharap seluruh keluarga besar Pagar Nusa dan warga NU di Sumenep dapat terus mendukung gerakan ini. Bersama-sama kita wujudkan kemandirian NU yang lebih kuat,” pungkas Abdul Muiz.
Ini adalah panggilan bagi seluruh warga NU di Sumenep untuk bersatu. Para pendekar Pagar Nusa telah mengambil langkah awal, dan kini saatnya seluruh elemen NU bergabung untuk mewujudkan cita-cita Nahdlatul Ulama yang kokoh dan bermanfaat bagi umat.





![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)