Inilah Tiga Kasus Paling Heboh Sepanjang Pemerintahan Busyro

0
1571
Sumber foto:Istimewa

Sumenep (Maduraexpose.com)- Sepanjang pemerintahan Busyro Karim sebagai Bupati Sumenep priode 2010-2015, ada tiga kasus yang terus menggelinding dan menguap ke permukaan. Diantaranya kasus korupsi dana pesangon (purna tugas) dan tunjangan kesehatan yang ditengarai bersumber dari dana APBD setempat. Sasaran dari proses hukum saat itu mengarah kepada Bupati Busyro Karim, dalam hal ini, kapasitasnya sebagai mantan Ketua DPRD Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dugaan anggaran yang dikorupsi mencapai Rp.1,25 miliar.

Di tahun 2015, Busyro Karim digoyang lagi dengan munculnya laporan terkait kasus Pajak Bangunan dan Bumi (PBB) gratis, saat kampanye pilkada 2010 silam. Kasus ini dilaporkan aktivis ke pihak Polda Jawa Timur dan Bareskrim Mabes Polri oleh sekelompok aktivis mahasiswa yang menamakan diri Fron Pemuda Kepulauan Madura (FP-MK) yang tinggal di Jakarta dalam rangka pendidikan.

Kasus yang tak kalah hebohnya, yang mendera kepemimpinan Busyro Karim yakni kasus dugaan nikah siri dengan gadis di salah satu Kampung di Pulau Sapeken, Sumenep, Madura, Jawa Timur. Kasus ini sempat membakar kemarahan sekelompok mahasiswa dan mahasiswi Sumenep pada tahun 2013 silam dengan cara turun jalan menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran ke kantor Pemkab. Mereka juga mendesak kalangan DPRD Sumenep untuk segera membentuk pansus nikah siri bupati Sumenep Busyro Karim yang kasusnya mirip dengan Bupati Aceng.

Entah kenapa, pihak Bupati belum juga memberikan kalrifikasi mengenai benar tidaknya dugaan pernikahannya dengan gadis asal kepulauan tersebut. Hal tersebut membuat kalangan publik semakin bingung antara percaya dan tidak.

Bahkan media nasional saat itu merilis, nikah siri Bupati dengan gadis tersebut mempertegas dugaan nikah siri bupati seolah-olah tidak bisa dipungkiri. Berikut kutipan berita yang di Expose Sindonews.com: Tidak seperti BUpati Garut yang langsung mendapat tekanan, Bupati Sumenep yang menikah lagi justru mendapat dukungan. Salahsatunya dari Gerakan Pemuda Ansyor Sumenep.

Ketua Pengurus Cabang (PC) GP Ansor Sumenep Muhri menyebut Bupati Sumenep, Busyro Karim yang menikah lagi adalah wajar-wajar saja. Bahkan, sikap tersebut manusiawi. Ia mengku kondisi Kabupaten Sumenep tidak akan seperti kasus Bupati Garut Aceng Fikri.

“Ya wajar-wajar saja dan hal itu sangatlah manusiawi. Soal menikah ini bukan dalam tataran sebagai pejabat publik atau tidak,” ujar Muhri saat itu seperti dilansir Sindonews.com

(MEX/SIN/SN/FER)