25 Oktober, Busyro Karim Tak Lagi Bupati

0
920
Busyro Karim, Bupati Sumenep dari Partai PKB. (Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com)

Pilkada Sumenep (Maduraexpose.com)- Sekitar 30 hari lagi, tepatnya tanggal 25 Oktober 2015, masa kepemimpinan Busyro Karim dan Soengkono Siddik (AbusSidik) akan berakhir menjalani tugasnya sebagai Bupati dan Wakil Bupati Sumenep priode 2010-2015.

Dengan berakhirnya masa jabatan Busyro ini, maka secara otomatis ‘kekuatan’ incumbent akan ‘lumpuh’ dengan sendirinya.

“Pada saat jabatan incumbent sudah berakhir, kekuatan mesin politiknya akan lumpuh dengan sendirinya. Harus ada performan baru yang taktis guna memenangkan perhatian atau lebih tepatnya dukungan masyarakat”, ujar Syafruddin Budiman, pengamat politik Kabupaten Sumenep, Jawa Timur saat berbincang dengan Maduraexpose.com.

Ditambahkan politisi yang lebih karib dipanggil Rudi ini, saat jabatannya habis, Busyro Karim bukanlah apa-apa. Ia kembali menjadi sosok pribadi yang akan mendapat penilaian dari publik atas segala sepak terjangnya selama menjabat sebagai bupati Sumenep, meski pada akhirnya dia meninggalkan Soengkono Siddik dengan cara menggandeng Achmad Fauzi sebagai Cawabupnya.

“Kerumitan politik akan dihadapi Busyro dalam mengemas seluruh kemampuan politik dan strateginya untuk bisa memenangkan Pilkada tahun ini. Apalagi sekarang hanya ada dua paslon dengan Pak Zainal. Tentu ini tak bisa diremehkan”, imbuhnya.

Sebaliknya, menurut Syafruddin, peluang menang dari paslon Zainal Abidin-Dewi Khalifah semakin besar, apalagi Busyro Karim tidak lihai melihat dengan teliti orang-orangnya yang selama mengaku sebagai tim pemenangannya.

“Apalagi fakta politik hari ini jauh berubah. Banyak orang-orang penting dilingkaran Buysro terindikasi kuat menceburkan diri sebagai tulang punggung pemenangan Zainal-Eva. Kita lihat saja, seberap hebat incumbent meracik strategi demi mempertahankan kekuasaannya”, pungkasnya.

FERRY ARBANIA