Tersandung Korupsi, Ex Kantor PT SMP Ditutup

Terbit: 16 Oktober 2014 | 16:20 WIB

Sampang, MaduraExpose.com- Tak seperti biasanya, sebuah Ruko (Rumah dan Toko) terkemuka di Jalan Nuri, Kelurahan Gunung Sekar, Kecamatan Kota Sampang, Madura mendadak sepi karena ditutup.

Pemandangan aneh itu terlihat sejak beberapa pekan terakhir karena diduga ditinggal penguninya dan dibiarkan kosong tak berpenghuni. Kejanggalan ini mendapat perhatian banyak kalangan, terutama sejumlah aktivis pemerhati anti korupsi di kota Bahari tersebut.

Sejumlah informasi yang beredar dikalangan wartawan menyebutkan, Ruko ini pernah dijadikan kantor usaha PT. Sampang Mandiri Perkasa (SMP). Sebuah perusahaan yang diduga kuat penyebab terseretnya Noer Tjahja (NT), mantan Bupati Sampang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengelolaan alokasi gas pada saat pemerintahannya.

NT dijebloskan dalam tahanan Jaksa penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung) . Tak hanya dirinya, bahkan penyidik juga menahan 2 orang lainnya yakni Hari Oetomo ,Direktur Utama PT SMP, dan Muhaimin, Direktur PT SMP.

Ketiga tersangka ditahan, berdasarkan Surat Perintah Penyidikan (Sprindik) Kejagung tertanggal 13 Januari 2014. Informasinya, PT SMP ikut bertanggung jawab karena saat mengelola alokasi gas Pemkab Sampang, justru mengatasnamakan perusahaan BUMD sekalipun hal itu bohong belaka.

Kerugiaan Negara dalam kasus tersebut berkisar Rp10 miliar.
(fer/bbs)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Ganas di Berita, Tapi Begini Gaya Bos Madura Expose Taklukkan 5 Kepiting Gede!

Terbit: 3 April 2026 | 20:41 WIB SUMENEP – Dunia jurnalistik investigasi seringkali identik dengan ketegangan dan tumpukan dokumen kasus yang menguras energi. Namun, bagi Redaktur MaduraExpose.com, laut utara di…

Ekonomi Panggung: Menakar Perputaran Uang di Balik Industri Hiburan Rakyat Sumenep

Terbit: 17 Maret 2026 | 19:19 WIB “Dinamika hiburan panggung di masa lalu sering kali terjebak pada sisi luar yang bersifat artifisial. Namun, seiring dengan kedewasaan publik dalam mengonsumsi konten,…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *