MADURAEXPOSE.COM–Sejumlah rumah sakit di Surabaya seringkali menjadi rujukan warga Kabupaten Sumenep dan umumnya Madura untuk mendapatkan upaya medis terbaik.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Namun, saat ini Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Moh. Anwar Kabupaten Sumenep, juga terus berbenah dan berlomba-lomba untuk memberikan pelayanan terbaik.

Salah satunya dengan pengadaan peralatan canggih untuk mendeteksi penyakit pasien. Antara lain, Computerized Tomography (CT) Scan 64 slice. Alat medis ini banyak dimiliki di rumah sakit Surabaya.

Bahkan, di rumah sakit Singapura masih sekelas 64 slice. Sedangkan rumah sakit lain yang ada di Madura masih jauh dibawahnya, yakni CT Scan 32 slice.

“Artinya, alat medis yang kami miliki lebih canggih,” terang Direktur RSUD dr Moh Anwar Sumenep, dr Fitril Akbar baru-baru ini.

Dijelaskan, CT Scan dipakai untuk pemeriksaan seluruh tubuh manusia, mulai dari otak atau kepala, paru-paru, jantung, tulang, otot dan lainnya.

Pemeriksaan jantung misalnya, CT Scan bisa dipakai untuk meneliti pebuluh darah koroner, bagaimana lebarnya, apakah ada penyempitan pembuluh atau tidak, bagaimana perubahannya dan seterusnya.

“CT Scan dipakai untuk pencitraan anatomi tubuh berupa irisan-irisan. Hasil CT Scan memiliki resolusi yang jauh lebih bagus dari foto atau alat pengambil citra lainnya. Apalagi yang kita sudah 64 slice,” ujarnya.

Alat medis lainnya, berupa Laparoskopi (laparoscopy). Alat ini adalah teknik bedah invasif minimal yang menggunakan alat-alat berdiameter kecil untuk menggantikan tangan dokter bedah melakukan prosedur bedah di dalam rongga perut.

Dengan Laparoskopi ini, maka luka pasien pada saat proses bedah sangat kecil, kisaran 1 centimeter. Kalau yang dulu-dulu, luka pasien itu bisa mencapai 15 sampai 20 cm,” urainya.

Selain itu, ada USG 4 dimensi. Ini alat yang dapat digunakan untuk melihat janin bagi ibu hamil. Dengan USG 4 dimensi dapat menghasilkan visual makin detil dan persis serta dapat bergerak layaknya melihat film.

“Jadi, dapat melihat kondisi janin, berapa jumlah bayi yang dikandung, apakah organ tubuh janin normal, gerakannya normal, ukurannya normal, dan lain sebagainya,” terangnya.

Selain itu, USG ini juga memberikan informasi mengenai air ketuban, plasenta, atau indung telur (ovarium). Bahkan, dapat digunakan untuk memperkirakan usia dan jenis kelamin bayi yang akan dilahirkan.

“Dengan alat-alat medis yang kita punya, maka pelayanan rumah sakit akan semakin baik. Apalagi ditunjang dengan kemampuan para tenaga medis dan sudah ada 19 dokter spesialis, 14 dokter umum serta 2 dokter gigi,” pungkasnya.

(***)