Sitrul Arsy (Direktur PT WUS) dan Busyro Karim [Foto:Ferry Arbania/Maduraexpose.com]

Maduraexpose.com- Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI sejak beberapa waktu lalu melakukan audit terhadap Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di beberapa daerah, di antaranya Sampang dan Sumenep, keduanya di Pulau Madura. Selain itu, juga di Surabaya, Bojonegoro, dan Cepu.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Achsanul Qosasi (AQ), anggota 7 BPK RI menyebutkan, di Sumenep BPK melakukan pemeriksaan terhadap PT Wira Usaha Sumenep (PT WUS). Sejak beberapa waktu lalu tim auditor BPK RI melakukan pemeriksaan dan diperkirakan 15 hari lagi akan selesai.

“Setelah tim auditor selesai melakukan pemeriksaan kepada PT WUS dan pemeriksaan diperkirakan 15 hari lagi selesai, kemudian tim auditor akan melaporkan hasil pemeriksaan tersebut kepada saya,” ujar AQ, saat menjadi pemateri seminar nasional di aula As-Syarqawi Institut Ilmu Keislaman Anuuqayah (Isntika) Guluk-Guluk,

Mantan anggota DPR RI kelahiran Desa Daramista, Kecamatan Lenteng, Sumenep itu menandaskan, pemeriksaan oleh BPK RI terhadap PT WUS, sama sekali tidak mencari-cari kesalahan ataupun hal lainnya, seperti yang selama ini ditudingkan pihak-pihak tertentu.

“Bukan karena untuk mencari kesalahan, karena memang PT WUS ini PI (partisipating iterest)-nya sudah lunas di bulan April 2015 kemarin karena itu deviden. Sehingga PT WUS itu akan menerima PI dari Rp300 juta per bulannya dan itu cukup besar. Maka dengan penerimaan PI itu, kita minta PT WUS betul-betul bisa terkelola secara profesional,” tukasnya.

Dikatakan AQ, selama ini banyak laporan yang masuk kepada dirinya sebagai anggota BPK RI yang berasal dari Sumenep tentang PT WUS yang dinilai tidak dikelola dengan baik.

Tapi laporan itu tidak begitu saja dipercaya sebelum dilakukan pemeriksaan.
Nantinya, setelah selesai pemeriksaan dilakukan BPK RI kepada PT WUS, pihaknya akan menyampaikan hasil pemeriksaannya kepada kepala daerah Sumenep dan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), apakah PT WUS itu sudah layak menjalankan program PI atau tidak.

Berdasarkan laporan sementara, sudah ada temuan yang didapat oleh tim auditor dan sudah dilaporkan kepada AQ. Maka dari itu, tim auditor dalam waktu dekat akan mengundang Dirut PT WUS untuk diminta konfirmasi berdasarkan temuan tim auditor.

AQ menegaskan pula, pemeriksaan terhadap PT WUS bukan karena menjelang pemilukada seperti yang dipersepsikan oleh sejumlah pihak. “Karena memeriksa PI itu, saat ini memang waktunya. Terbukti, bukan hanya BUMD Sumenep yang diperiksa, tapi Sampang, Cepu, Bojonegoro dan Surabaya juga diperiksa,” tegasnya.

Ditambahkan, pemeriksaan itu dilakukan karena ingin memastikan jika 10 persen PI itu termanfaatkan kepada daerah penghasil. “Karena kalau sampai yang 10 persen itu diakal-akali oleh oleh pengusaha luar dan daerah penghasil tidak menerima apapun atau hanya menerima sedikit, itu harus dikaji ulang kepentingan itu,” pungkasnya.

(ong/yoe)