Telat Seminggu, Penumpang Kapal Ini Tidur di Pelabuhan sampai Jual Ponsel

0
524

Puluhan calon penumpang KM Sabuk Nusantara terpaksa menginap selama satu minggu di Pelabuhan Tanjung Wangi Kabupaten Banyuwangi. Mereka terpaksa menginap di pelabuhan Tanjung Wangi karena KM Sabuk Nusantara dengan jurusan Pulau Sapeken Madura belum juga datang.

1336576DSCN7117780x390#IRA RACHMAWATI / KOMPAS.COM / BANYUWANGI Penumpang KM Sabuk Nusantara menginap di Pelabuhan Tanjungwangi selama satu minggu.
“Biasanya jadwal hari Kamis kapak balik ke Sapeken tapi sampai hari ini belum juga datang. Kata petugas kapalnya rusak, ada yang lain bilang karena cuaca yang buruk,” jelas Juminton, calon penumpang, Selasa (26/8/2014).

Bersama tujuh anggota keluarga lainnya termasuk seorang balita perempuan, dia terpaksa menginap di teras pelabuhan Tanjungwangi selama satu minggu.

“Mau menginap di hotel tidak ada uang. Jadi menginap di sini saja nyewa tikar bayar Rp 5.000. Belum lagi buat makan, buat toilet. Harus hemat. Ini tinggal cukup buat beli tiket satu orang Rp 42.500,” ujar ibu paruh bayah itu.

Dia mengaku setahun dua kali selalu datang ke Banyuwangi untuk mengunjungi saudara sekaligus berbelanja kebutuhan pokok.

“Ini beli barang macam-macam pesanan orang di sana. Kemarin sempat juga beli jeruk dan anggur tapi sudah habis di makan sendiri dan dibagikan. Sebagian busuk jadi harus dibuang,” tambahnya.

Juminton mengaku tinggal di Pulau Sakala sebelah timur Pulau Sapeken.

“Lima jam menggunakan kapal lagi dari Sapeken, mangkanya ini harus benar-benar ngirit,” tambahnya.

Juminton mengaku mendapatkan informasi dari petugas, jika KM Sabuk Nusantara akan datang Rabu (27/8/2014).

“Tinggal semalam lagi kalau tidak nggak tau lagi sudah. Mungkin saya akan jual sebagian barang saya,” ungkapnya pasrah.

Sementara itu, penumpang lainnya, Rasul, mengaku menjual ponsel miliknya senilai Rp 200.000 rupiah untuk biaya makan selama satu minggu. Lelaki yang berprofesi sebagai sopir tersebut mengaku membawa beras seberat 1,5 ton dan juga puluhan kardus berisi mie instan.

“Saya diminta kirim barang dari Bali ke Sapeken. Ini tadi sama juragan di suruh jual handphone untuk biaya makan dan dijanjikan di ganti kalau sudah sampai Sapeken,” tuturnya.

Sumber:Kompas.com