Markas Polsek Kangean Dirusak Massa, Kapolda Turun Gunung

Terbit: 28 Agustus 2014 | 15:06 WIB

Sumenep (MaduraExpose.com)- Merasa direcoki aparat kepolisian sektor Kangean, warga setempat mengamuk dan merusak markas Polsek setempat pad Rabu (27/8/2014) kemarin.

Informasi yang dihimpun Maduraexpose.com menyebutkan, kemarahan warga itu dipicu oleh aparat kepolisian yang menghentikan paksa pagelaran lu’ghellu’en (permainan gulat khas Kangean).Petugas bertindak tegas karena ijin panitia diduga melebihi ketentuan yang hanya berlaku dua hari.

Menghadapi situasi rumit di Mapolsek Kangean, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangena itu, di respon cepat pimpinan kepolisian daerah.

Tak tanggung-tanggung, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Unggung Cahyono langsung meluncur ke wilayah paling timur Pulau Madura.
Selain Markas Polsek Kangean, warga juga merusak Rumah Dinas Kapolsek hingga menimbulkan ketegangan antara pihak aparat kepolisian dengan warga.

”Kedatangan kami untuk menyemangati anggota berkenaan dengan kasus pengrusakan Rumah Dinas Kapolsek dan Mapolsek Kangean,” ujar Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Unggung Cahyono di Mapolres Sumenep, Kamis (28/8/2014).

sumber lain menyebutkan, bahwa kemarahan warga karena salah satu pemain gulat ditendang oleh aparat. Hal itu memicu kemarahan dan rasa tidak terima dikalangan warga lain hingga mendatangi Rumah Dinas Kapolsek dan tindakan anarkhispun tak dapat dihindari.
Permainan gulat tersebut konon sudah 10 tahun tak di gelar dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan 17 Agustus 145.

Kapolda juga menyebut, permainan gulat tradisional yang sudah lama tak diselenggarakan, disebutnya sebagai ambang gangguan.
“Ini rawan ada gangguan nyata, seperti carok, maupun perang antar desa. Ini yang kemudian diantisipasi dengan menghentikan acara itu,” imbuh Kapolda.

Kapolda juga memerintahkan Kapolres Sumenep AKBP Mardjoko turun Mapolsek Kangean dengan didampingi seluruh Kapolsek dan anggota yang pernah bertugas di Kangean untuk melakukan pendekatan dengan para tokoh agama dan masyarakat.

Pendekatan persuasif itu diharapkan Kapolda dapat menciptakan situasi kondusif pasca bentrok kericuhan warga dengan aparat Polsek Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur. (sal/bbs/fer)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

JCH Pamekasan Kantongi Visa, Siap Terbang ke Tanah Suci Mei Mendatang

Terbit: 21 April 2026 | 23:56 WIB Pamekasan (MaduraExpose.com) – Kabar menggembirakan bagi ribuan Jemaah Calon Haji (JCH) asal Kabupaten Pamekasan. Sebanyak 1.384 jemaah dipastikan telah melengkapi seluruh persyaratan administratif,…

Arjuna di Cikeas dan Restu dari Majapahit

Terbit: 31 Maret 2026 | 01:00 WIB JAKARTA — Sebuah penantian panjang di kediaman Cikeas akhirnya bermuara pada syukur yang mendalam. Minggu malam (29/3/2026), tepat pukul 19.28 WIB, keluarga besar…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *