Tangisan Sapudi, Gerak Cepat Sumenep: Sinergi TNI-Polri Mengembalikan Harapan di Tanah Bencana

Terbit: 2 Oktober 2025 | 22:29 WIB

PULAU SAPUDI, SUMENEP — Gempa bumi berkekuatan M 6,5 yang mengguncang Sumenep pada Selasa malam (30/9/2025) tidak hanya merobohkan ratusan rumah di Pulau Sapudi, tetapi juga meninggalkan luka psikologis yang mendalam. Di tengah duka dan puing, potret kemanusiaan sejati muncul dari sinergi seluruh elemen masyarakat dan instansi di Sumenep.

 

 

Pada Kamis (02/10/2025), rombongan yang dipimpin langsung oleh Komandan Kodim (Dandim) 0827/Sumenep, Letkol Arm Bendi Wibisono, bersama Kapolres AKBP Rivanda, dan jajaran Pemkab, menempuh jalur laut yang sulit dari Pelabuhan Dungkek menuju Sapudi. Kehadiran mereka bukan sekadar kunjungan dinas, melainkan manifestasi empati mendalam dari daratan Sumenep untuk saudaranya di kepulauan.

 

Prajurit dan Logistik, Dua Kekuatan Pemulihan

 

Data awal menunjukkan skala kerusakan yang masif: 337 rumah rusak di Kecamatan Gayam (ditambah 13 tempat ibadah, Puskesmas, sekolah, dan Polindes) serta 18 rumah rusak di Kecamatan Nonggunong. Di balik angka-angka tersebut, tersembunyi kisah Muhasa dan Moada, serta ratusan keluarga lain yang kehilangan tempat berlindung.

 

 

Kodim 0827/Sumenep meresponsnya dengan dua kekuatan utama:

  1. Bantuan Logistik Darurat: Bantuan material segera disalurkan, meliputi matras, terpal, selimut, makanan siap saji, dan perlengkapan bayi. Bantuan ini diperkuat dengan santunan dari Baznas Kabupaten Sumenep, memastikan kebutuhan dasar warga terpenuhi.
  2. Dukungan Fisik dan Moril: Dandim Bendi Wibisono mengerahkan Dua Satuan Setingkat Regu (20 prajurit). Mereka tidak hanya bertugas mengamankan, tetapi langsung turun tangan membantu warga membersihkan puing dan mendirikan tenda darurat.

 

Bukan Sekadar Bantuan, Ini Bentuk Kebersamaan

 

Pesan kemanusiaan yang disampaikan Dandim Bendi Wibisono sangat menyentuh. Ia menegaskan, kehadiran mereka jauh melampaui sekadar distribusi barang.

 

“Kami hadir tidak hanya untuk memberikan bantuan logistik, tetapi juga memastikan adanya dukungan moril bagi warga yang terdampak. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diharapkan memberi semangat agar mereka tidak merasa sendirian menghadapi musibah ini,” ujar Bendi Wibisono.

 

 

Kalimat ini merangkum esensi empati: bahwa dalam musibah sebesar apa pun, tidak ada warga Sumenep yang boleh merasa terasing atau terabaikan. Upaya ini sejalan dengan arahan Bupati Sumenep yang mengedepankan penanganan cepat dan terkoordinasi.

 

 

Sinergi antara TNI, Polri, dan Pemerintah Daerah adalah janji tak terucapkan kepada warga Sapudi: bahwa seluruh Sumenep berdiri di belakang mereka.

 

Komitmen ini bertujuan membantu warga hingga kondisi benar-benar pulih, baik secara fisik maupun psikologis, memastikan Sapudi dapat segera bangkit dan kembali merajut kehidupan normal.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *