Sidang ke-12 Ahok Habib Rizieq Shihab menjadi saksi dalam sidang terdakwa kasus dugaan penistaan agama Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama saat menjalani sidang yang digelar oleh Pengadilan Negeri Jakarta Utara di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta, Selasa (28/2). Dalam sidang tersebut, Jaksa Penuntut Umum menghadirkan dua orang saksi ahli yaitu Habib Rizieq Shihab dan Ahli Hukum Pidana Abdul Chair Ramadhan untuk memberikan keterangan terkait dugaan kasus penistaan agama. Foto: Raisan Al Farisi/Republika

MADURAEXPOSE.COM, Jakarta – Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq turut angkat bicara dalam terkait isu makar atau kudeta yang belakangan ini hangat diperbincangkan. Menurutnya, aksi kudeta bukanlah jalan bagi dirinya untuk melakukan perubahan di negara Indonesia.

“Masyarakat sudah muak dengan ketidakadilan. Masyarakat sudah muak dengan penghinaan terhadap ulama dan sebagainya. Tapi saya mau tegaskan di sini, kalau kita masih punya jalan untuk tegakkan keadilan tanpa pertumpahan darah, kenapa tidak kita benahi tanpa pertumpahan darah?” ujar Habib Rizieq dalam sebuah video yang diunggah ke media sosial Facebook, Selasa (2/5/2017) silam.

Habib Rizieq lebih lanjut mengatakan kalau dirinya tak ingin membuat masyarakat Indonesia dilanda konflik berkepanjangan.

“Jadi kita minta perjuangan kita jangan didukung dengan emosi. Nanti Indonesia akan menjadi lebih parah dari Suriah, lebih parah dari Iran,” sambungnya.

MADURA EXPOSE, MENGAWAL KEPASTIAN HUKUM

Di sela-sela ibadah umrahnya, Habib Rizieq juga menyatakan bahwa semua pihak untuk terus setia pada konstitusi, bila ingin melakukan perubahan di Indonesia.

“Bicara tentang revolusi, kudeta, jadikan itu sebagai jalan yang paling akhir. Selama masih ada jalan konstitusional, tapi semua harus kerja. Jangan cuma ustaz-ustaz ini yang kerja. Kalau semua kerja, 2019 bisa kita rebut ini negara tanpa pertumpahan darah,” pungkas Habib Rizieq.

Sepert diketahui, Habib Rizieq saat ini tengah berada di Mekah, Arab Saudi. Selain menjalankan ibadah umrah, Habib Rizieq mengaku bahwa dirinya berangkat ke Mekah agar tidak ditangkap dan disandera oleh polisi, jelang Aksi Bela Islam yang akan diselenggarakan pada 5 Mei mendatang.

“Saya berangkat karena saya tidak mau disandera untuk membatalkan aksi 28 atau aksi tanggal 5 Mei besok,” ujar Habib Rizieq singkat.

(KRM/ROL)