
Wisata Mangrove Kedatim Sumenep Tawarkan Jembatan Estetik, Spot Foto Instagenic, dan Udara Segar yang Menyegarkan Jiwa
SUMENEP– Kabupaten Sumenep di ujung timur Pulau Madura tak henti-hentinya menyuguhkan kejutan wisata alam. Selain deretan pantai eksotis dan kepulauan indah, kini perhatian tertuju pada Wisata Mangrove Kedatim. Terletak di kawasan pesisir Desa Kedatim, Kecamatan Kota Sumenep, destinasi ini membuktikan bahwa hutan bakau adalah aset lingkungan sekaligus magnet pariwisata yang memikat.
Wisata Mangrove Kedatim bukan sekadar hamparan pohon bakau, melainkan telah dikelola secara apik menjadi taman ekowisata yang Instagramable dan edukatif.
Jejak Ekowisata di Jalur Pelabuhan Tua
Mangrove Kedatim berada di lokasi strategis, tepatnya di Jl. Pelabuhan Kedatim, Dusun Ro’Soro’ RT.09 RW.03. Nama “Kedatim” sendiri diambil dari nama desa setempat, sebuah kawasan yang historisnya dekat dengan aktivitas pelabuhan kecil.
Berbeda dari citra hutan bakau yang becek dan sulit diakses, Kedatim menyambut pengunjung dengan infrastruktur yang matang:
- Jembatan Kayu Estetik: Daya tarik utama adalah jembatan panjang yang terbuat dari kayu dan bambu. Jembatan ini membentang membelah rimbunnya hutan bakau, menawarkan jalur trekking yang nyaman dan kering.
- Spot Foto Instagenic: Sepanjang jembatan, terdapat berbagai gazebo kecil, menara pandang, dan dekorasi alam yang dirancang khusus sebagai latar belakang foto. Pemandangan akar napas mangrove yang mencuat keluar dari lumpur menciptakan kontras visual yang unik.
- Edukasi Konservasi: Selain rekreasi, Mangrove Kedatim berfungsi sebagai pusat edukasi. Pengunjung dapat belajar tentang peran vital mangrove dalam mencegah abrasi, menjadi habitat bagi biota laut (kepiting, ikan kecil), dan menyerap karbon.
Dua Spot Wajib Kunjungan di Kedatim
Saat mengunjungi Kedatim, ada dua pengalaman yang tak boleh dilewatkan:
A. Menara Pandang Tiga Lantai
Di ujung jembatan, pengunjung akan menemukan menara pandang kayu bertingkat. Dari puncak menara, Anda dapat menikmati panorama 360 derajat yang luar biasa: di satu sisi terhampar lautan bakau hijau tua, dan di sisi lain terlihat siluet perahu nelayan di perairan Selat Madura. Momen terbaik di sini adalah saat matahari terbit atau terbenam.
B. Sunset Point di Tepi Sungai Bakau
Mangrove Kedatim dilintasi oleh jalur air dangkal yang tenang. Di beberapa titik, pengelola menyediakan area terbuka yang sempurna untuk menikmati sunset. Cahaya keemasan yang menembus celah-celah daun mangrove menciptakan efek dramatis yang menenangkan.
Tips Kunjungan dan Aksesibilitas
- Waktu Terbaik: Pagi hari (08.00–10.00 WIB) untuk udara yang sejuk dan cahaya lembut, atau sore hari (16.00–17.30 WIB) untuk menikmati pemandangan matahari terbenam.
- Akses: Lokasinya cukup mudah dijangkau dari pusat Kota Sumenep dengan kendaraan pribadi (sepeda motor atau mobil). Ikuti petunjuk menuju Pelabuhan Kedatim. Jalan menuju lokasi sudah beraspal.
- Pakaian: Kenakan pakaian yang nyaman dan alas kaki tertutup. Meskipun jalurnya sudah berupa jembatan, Anda akan berada di area pesisir. Jangan lupakan topi dan tabir surya.
- Lingkungan: Selalu jaga kebersihan dan hindari merusak tanaman mangrove. Ekowisata ini hanya dapat bertahan jika kelestarian alamnya terjaga.
Wisata Mangrove Kedatim bukan hanya pilihan alternatif rekreasi di Sumenep, tetapi juga bukti komitmen masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan sambil meningkatkan potensi ekonomi daerah. Ini adalah destinasi wajib bagi mereka yang mencari ketenangan, keindahan alam, dan spot foto yang berbeda.***



![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)
![Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose] Transnasional Crime: Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto saat memimpin konferensi pers hasil uji laboratoris 27,8 kg kokain bermerek 'Bugatti' yang ditemukan di pesisir Giligenting, Sumenep. Langkah ini merupakan bagian dari transparansi Polri dalam mengusut tuntas jaringan narkotika internasional di wilayah maritim Madura. [Foto: Dok. Humas Polda Jatim/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776344589/konferensi-pers-polda-jatim-temuan-kokain-bugatti-sumenep-2026_ogblmd.jpg)
![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)

![Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Dirut BPRS Bhakti Sumekar Hairil Fajar saat memberikan edukasi mengenai literasi dan inklusi keuangan syariah di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/04). [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776314955/bprs-bhakti-sumekar-talkshow-inklusi-keuangan-syariah-2026_bwbizz.jpg)
![Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose] Sinergi Legislatif: Tujuh fraksi DPRD Kabupaten Sumenep sampaikan Pandangan Umum atas Nota Penjelasan Bupati terhadap 3 Raperda 2026 dalam Rapat Paripurna, Rabu (15/04). Langkah ini diambil guna memastikan produk hukum daerah yang demokratis dan berkeadilan sosial bagi masyarakat Sumenep. [Foto: Dok. Medaia Center/ Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776313265/rapat-paripurna-dprd-sumenep-pandangan-umum-fraksi-raperda-2026_y5t0s6.jpg)