Libur Nataru 2026: Disbudporapar Sumenep Tekankan Prioritas Keamanan dan Kesiapan Fasilitas Destinasi Wisata

Terbit: 16 Desember 2025 | 22:26 WIB

SUMENEP, JAWA TIMUR – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep secara tegas mengingatkan seluruh pengelola destinasi wisata di wilayah Kota Keris untuk mengutamakan aspek keamanan dan kenyamanan pengunjung. Peringatan ini dikeluarkan menjelang lonjakan wisatawan yang diprediksi terjadi selama periode libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).

Kepala Dinas Kebudayaan, Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep, Moh. Iksan, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan para pengelola. Koordinasi ini bertujuan memastikan kualitas pelayanan di berbagai objek wisata tetap prima selama masa libur panjang akhir tahun.

Kesiapan Fasilitas: Momentum 10 Hari Liburan

Moh. Iksan menekankan bahwa kesiapan fasilitas menjadi poin krusial yang harus diatasi serius oleh pengelola. Mengingat durasi libur Nataru yang diperkirakan berlangsung cukup panjang—sekitar 10 hari—potensi lonjakan jumlah pengunjung dipandang sebagai momentum emas bagi sektor pariwisata Sumenep.

“Fasilitas harus benar-benar siap dan dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Libur Natal dan Tahun Baru ini sekitar 10 hari, sehingga menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata,” kata Iksan.

Kesiapan yang dimaksud meliputi ketersediaan sarana dasar, kebersihan, hingga fungsi penuh dari semua fasilitas umum yang ada di kawasan wisata, seperti toilet, area parkir, dan pusat informasi.

Keamanan Wisatawan adalah Harga Mati

Selain fasilitas, Pemkab Sumenep memberikan penekanan khusus pada aspek keamanan. Iksan menegaskan bahwa rasa aman adalah faktor utama yang menentukan kenyamanan dan keinginan wisatawan untuk betah berlama-lama di Sumenep.

“Keamanan, baik di dalam maupun di luar kawasan wisata, harus benar-benar terjamin. Pengunjung yang datang harus merasa aman dan nyaman saat berwisata di Sumenep,” tambahnya.

Hal ini mencakup pengawasan yang ditingkatkan, pencegahan tindak kriminalitas, serta kesiapsiagaan tim tanggap darurat, terutama mengingat adanya potensi cuaca ekstrem yang telah diperingatkan oleh BMKG Sumenep.

Imbauan Pemkab Sumenep ini bertujuan agar pariwisata Kota Keris dapat menyajikan pengalaman terbaik bagi pengunjung, sekaligus meminimalkan risiko ketidaknyamanan atau insiden selama puncak kunjungan akhir tahun.***

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

RAHASIA TANEROS

Terbit: 29 Maret 2026 | 18:17 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Di balik deburan ombak Pesisir Beluk Ares, Kecamatan Ambunten, tersimpan sebuah rahasia geografis yang jarang disadari publik. Pantai Taneros (atau…

Memoles Tuah Janur di Pantai Lombang

Terbit: 27 Maret 2026 | 21:28 WIB SUMENEP – Pemerintah Kabupaten Sumenep menegaskan komitmennya dalam mentransformasi tradisi lokal menjadi instrumen penggerak ekonomi daerah. Melalui penyelenggaraan Festival Ketupat 2026 di Pantai…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *