SUMENEP SIAGA NATARU! 300 Bus di Terminal Wiraraja Di-Ramp Check, Petugas Tak Segan Usir Armada ‘Zonk’

Terbit: 18 Desember 2025 | 00:20 WIB

SUMENEP, MADURAEXPOSE.COM – Menjelang lonjakan penumpang libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, otoritas Terminal Wiraraja Sumenep mulai “pasang badan” demi keselamatan pemudik. Sedikitnya 300 unit armada bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) disisir melalui kegiatan ramp check besar-besaran.

Langkah ini dilakukan tim gabungan untuk memastikan seluruh armada yang keluar-masuk ujung timur Pulau Madura benar-benar laik jalan dan tidak menjadi “mesin maut” di jalan raya.

Keselamatan Penumpang Harga Mati

Koordinator Satuan Pelayanan Terminal Wiraraja, Handoko Imam Hanafi, menegaskan bahwa pemeriksaan ini adalah upaya preventif guna menekan angka kecelakaan lalu lintas. Mengingat momentum Nataru selalu dibarengi dengan peningkatan mobilitas warga yang signifikan.

“Kami pastikan armada yang beroperasi benar-benar memenuhi standar keselamatan. Jangan sampai momentum liburan berubah menjadi duka karena kelaikan kendaraan yang diabaikan,” tegas Imam saat ditemui di lokasi, Rabu (17/12/2025).

Administrasi dan Teknis Disisir Habis

Pemeriksaan yang dilakukan tim gabungan dari petugas terminal hingga kepolisian lalu lintas ini menyasar dua aspek utama: administrasi dan teknis.

Dalam pemeriksaan administrasi, petugas meneliti dengan jeli kelengkapan dokumen seperti Kartu Pengawasan (KPS) dan uji KIR. Sementara itu, untuk teknis fisik, petugas tak segan “ngolong” untuk mengecek kondisi rem, ban, suspensi, hingga sistem pencahayaan.

“Mulai dari lampu utama sampai lampu sein kanan-kiri, semua kami cek satu per satu. Kelengkapan darurat seperti alat pemecah kaca, APAR, dan pintu darurat juga wajib ada dan berfungsi,” jelas Imam.

Temuan Mengejutkan: Kaca Retak dan KIR Mati

Meski pengawasan rutin dilakukan setiap pekan, petugas masih saja menemukan armada “nakal” yang nekat beroperasi dengan kondisi membahayakan. Hasil ramp check kali ini mengungkap adanya bus dengan kaca depan retak hingga masa berlaku uji KIR yang sudah kedaluwarsa.

Tindakan tegas pun langsung diambil. Imam menyatakan tidak ada kompromi bagi pengusaha otobus yang membandel.

“Bus dengan kondisi kaca retak parah kami minta ganti dulu sebelum boleh narik penumpang. Sedangkan untuk bus yang KIR-nya mati, langsung kami tilang dan diusir keluar terminal tanpa penumpang,” tandasnya.

Pengawasan Berkelanjutan

Imam mengakui, pelanggaran terkait administrasi KIR masih sering ditemukan setidaknya sebulan sekali. Namun, pihaknya berkomitmen untuk terus memperketat pengawasan, baik secara rutin maupun insidentil, guna memastikan Terminal Wiraraja Sumenep tetap menjadi pintu gerbang transportasi yang aman dan nyaman bagi masyarakat. (Tim/Red)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *