Akses Jalan Payudan Daleman Terputus Longsor, Polsek Guluk-Guluk Kerahkan Personel dan Ajukan Alat Berat

Terbit: 17 Desember 2025 | 21:50 WIB

SUMENEP – Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sumenep menyebabkan tanah longsor di Dusun Artakoh, Desa Payudan Daleman, Kecamatan Guluk-Guluk. Peristiwa yang terjadi pada Selasa (16/12/2025) dini hari ini sempat memutus total akses transportasi antar-desa.

Kapolsek Guluk-Guluk, AKP Akhmad Gandi, S.H., menyatakan bahwa longsoran tanah menutup jalur utama yang menghubungkan Desa Payudan Daleman dengan Desa Batuampar.

“Longsor terjadi sekitar pukul 02.00 WIB akibat intensitas hujan yang sangat tinggi. Jalur tersebut sempat lumpuh total, tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat,” ujar AKP Akhmad Gandi, Rabu (17/12/2025).

Kerja Bakti Gabungan TNI-Polri dan Warga

Merespons cepat kondisi tersebut, pada Rabu pagi (17/12) pukul 08.00 WIB, personel Polsek Guluk-Guluk bersama anggota Koramil, Forkopimka, dan masyarakat setempat menggelar kerja bakti massal.

Upaya manual ini berhasil menyingkirkan sebagian material tanah sehingga akses jalan kini sudah bisa dilalui secara terbatas oleh pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Namun, kendaraan roda empat masih tertahan karena besarnya volume material longsor yang memerlukan penanganan khusus.

Koordinasi Alat Berat dengan BPBD Sumenep

Mengingat volume tanah yang cukup besar, pihak Polsek Guluk-Guluk telah berkoordinasi dengan Polres Sumenep untuk meminta bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep.

“Kami memohon dukungan koordinasi agar BPBD dapat menurunkan alat berat berupa ekskavator ke lokasi. Hal ini sangat diperlukan agar akses jalan dapat kembali berfungsi normal dan bisa dilalui kendaraan roda empat,” tegas Kapolsek.

Imbauan Cuaca Ekstrem bagi Warga Perbukitan

Selain melakukan evakuasi material, AKP Akhmad Gandi juga memberikan imbauan Kamtibmas kepada warga Dusun Artakoh dan sekitarnya. Mengingat kondisi geografis Guluk-Guluk yang berbukit, potensi longsor susulan masih cukup tinggi selama cuaca ekstrem.

Warga diminta untuk:

  • Waspada tanda-tanda awal: Memperhatikan retakan tanah atau rembesan air yang tidak biasa di lereng.

  • Hindari aktivitas di lereng: Menjauh dari area tebing saat dan setelah hujan deras.

  • Lapor Cepat: Segera menghubungi aparat desa, Bhabinkamtibmas, atau Polsek terdekat jika ditemukan pergerakan tanah.

  • Jaga Lingkungan: Tidak menebang pohon sembarangan di area lereng demi menjaga stabilitas tanah.

Hingga saat ini, dilaporkan tidak ada korban jiwa maupun kerugian materiil berupa bangunan dalam insiden ini. Petugas masih bersiaga di lokasi untuk memantau situasi dan membantu mobilisasi warga.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *