Sumenep Menggempur Mafia Cukai: Bupati Fauzi Kibarkan Perang Total Tanpa Kompromi

Terbit: 24 Agustus 2025 | 00:00 WIB

SUMENEP, MaduraExpose.com — Genderang perang telah ditabuh. Bupati Sumenep, Achmad Fauzi, dengan suara menggelegar mengibarkan bendera perlawanan terhadap mafia rokok ilegal dan skandal “ternak cukai” yang telah lama menggerogoti perekonomian daerah. Kemarahan besar sang Bupati bukan sekadar retorika politik, melainkan respons keras atas aib yang mencoreng integritas pemerintahannya.


 

Pelarian Rokok Ilegal: Pemicu Amarah yang Mendidih

 

Kemarahan Bupati Fauzi memuncak setelah insiden pada 20 Mei 2025, ketika 1,49 juta batang rokok ilegal berhasil lolos dari Sumenep, yang selama ini dicap sebagai “episentrum anomali fiskal”. Meskipun truk tersebut akhirnya ditangkap di Tol Gempol-Pasuruan, fakta bahwa kargo haram itu bisa melenggang keluar dari Madura adalah pengkhianatan yang tidak termaafkan. Ini membuktikan adanya lubang besar dalam pengawasan dan menunjukkan betapa liarnya jaringan kejahatan ini.


 

Protes Diam dan Sabotase Nama Baik

 

Komitmen Bupati Fauzi tidak berhenti pada kata-kata. Sikapnya yang memilih tidak hadir dalam Focus Group Discussion (FGD) dengan kelompok wartawan dan “Paguyuban Rokok Lokal” adalah protes diam-diam yang menggema. Tindakan ini adalah pesan tegas: tidak ada toleransi bagi siapa pun yang berani melanggar hukum.

Yang lebih memicu kemarahan, nama baik Bupati Fauzi dicatut oleh oknum-oknum yang tak bertanggung jawab. Mereka memanfaatkan nama dan jabatannya seolah-olah mendapat restu untuk praktik ilegal. “Saya sangat marah dan geram nama saya dicatut,” tegas Fauzi, menggarisbawahi bahwa ini adalah serangan personal dan sabotase terhadap visinya dalam memberantas ilegalitas.


 

Perintah Langsung: Tumpas Habis Sampai Akar-Akarnya

 

Sebagai puncak dari perlawanan ini, Bupati Fauzi telah mengeluarkan perintah langsung kepada aparat penegak hukum, terutama Bea Cukai Madura. Perintahnya jelas dan tanpa basa-basi: usut tuntas hingga ke akarnya, bekukan perusahaan yang curang, dan cabut izin mereka. “Jangan beri mereka ruang gerak sedikit pun!” seru Fauzi.

Perang yang dikobarkan Bupati Achmad Fauzi adalah pertaruhan besar. Ini adalah pertarungan untuk menyelamatkan pendapatan negara, melindungi industri lokal yang taat aturan, dan mengembalikan kepercayaan publik yang terkikis. Dengan langkah-langkah ekstrem ini, ia membuktikan bahwa Sumenep akan dibersihkan dari praktik ilegal hingga ke fondasi terakhir.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Sidak Pasar Anom: Kapolres Sumenep Pastikan Stok Minyakita Aman dan Harga Stabil

Terbit: 21 April 2026 | 23:20 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menjaga stabilitas rantai pasok bahan pangan strategis, Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto, S.I.K., melakukan inspeksi mendadak (sidak) ketersediaan minyak goreng…

10 Hari Menuju Sensus Ekonomi 2026: Menakar Ulang Nadi Ekonomi Sumenep

Terbit: 21 April 2026 | 22:50 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Sepuluh hari tersisa sebelum hajatan besar data nasional, Sensus Ekonomi 2026, resmi digelar. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Sumenep kini…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *