
SUMENEP, MaduraExpose.com–
Ketika seorang pemimpin datang ke sebuah wilayah untuk kedua kalinya dalam rentang waktu yang berbeda, menanggapi krisis yang berbeda, ia tidak hanya membawa program dan bantuan. Ia membawa sebuah narasi. Sebuah narasi tentang respons cepat, kerja terpadu, dan kepedulian. Namun, di balik narasi tersebut, tersimpan sebuah ironi yang tak terbantahkan: mengapa tantangan kesehatan yang sama, dengan wajah yang berbeda, terus membayangi masyarakat?
Hal ini terlihat jelas dalam dua kunjungan Gubernur Jawa Timur, Dra. Khofifah Indar Parawansa, ke Kabupaten Sumenep. Kunjungan pertama terjadi pada 29 September 2020. Saat itu, dunia—dan Jawa Timur—masih berjuang dalam cengkeraman pandemi Covid-19. Di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Khofifah hadir dengan paket lengkap: bantuan langsung tunai, subsidi upah, hingga kredit modal bergulir. Pendekatannya kala itu adalah sebuah strategi dualisme: menyeimbangkan pertahanan kesehatan dengan pemulihan ekonomi, memastikan masyarakat tidak hanya selamat dari virus, tetapi juga dari kebangkrutan. Data dari Bupati kala itu, Dr. KH. A. Busyro Karim, menunjukkan betapa gentingnya situasi, dengan ratusan kasus positif dan puluhan kematian di Sumenep.
Namun, lima tahun kemudian, tepatnya pada 23 Agustus 2025, narasi itu seolah terulang. Khofifah datang lagi ke Sumenep, tetapi kali ini, musuh yang dihadapi adalah Campak. Bukan virus baru yang tak dikenal, melainkan penyakit lama yang seharusnya bisa dicegah. Ironisnya, krisis ini—yang kini berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB)—terjadi di era pasca-pandemi, di mana kesadaran akan pentingnya vaksin seharusnya sudah mendarah daging di benak masyarakat.
Dari Pengendalian Wabah ke Urgensi Vaksin
Respons Khofifah tidak berubah. Ia kembali memerintahkan kerja terpadu dan terintegrasi, menggerakkan semua elemen—dari Kementerian Kesehatan, UNICEF, WHO, hingga jajaran TNI/Polri di tingkat Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Ini adalah pola kepemimpinan yang konsisten: tidak bekerja sendiri, melainkan mengumpulkan semua kekuatan untuk mengatasi krisis. Poin utamanya adalah Outbreak Response Immunization (ORI) atau vaksinasi masif dan massal yang direncanakan.
Namun, data yang diungkapkan oleh Dinas Kesehatan Sumenep menjadi “tamparan” keras yang merusak narasi ini. Dari 17 kasus kematian akibat campak, 16 di antaranya dikonfirmasi tidak pernah menjalani imunisasi. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun negara dan pemimpin telah hadir dengan program, masih ada jurang besar antara kebijakan di tingkat pusat dengan implementasi di tingkat akar rumput. Sebuah jurang yang diisi oleh disinformasi, ketidakpercayaan, atau keengganan masyarakat terhadap ilmu pengetahuan.
Krisis campak di Sumenep, dengan demikian, adalah sebuah cermin yang menunjukkan bahwa masalah terbesar bangsa ini bukan hanya pada ketersediaan vaksin atau bantuan. Masalah utamanya adalah bagaimana memastikan pesan-pesan penting, seperti pentingnya imunisasi, dapat diterima dan dilaksanakan oleh masyarakat.
Membangun Kesadaran, Melampaui Bantuan dan Vaksinasi
Kunjungan berulang Gubernur Khofifah ke Sumenep, meskipun dalam konteks yang berbeda, pada hakikatnya adalah satu kisah yang sama: pertempuran melawan krisis kesehatan publik. Kunci suksesnya tidak hanya terletak pada kecepatan respons atau besarnya bantuan. Kunci utamanya adalah pembangunan kesadaran dan kepercayaan publik. Tanpa itu, setiap bantuan finansial hanya akan menjadi solusi sesaat, dan setiap vaksinasi masal hanya akan menjadi upaya darurat yang berulang.
Pelajaran dari dua krisis ini adalah bahwa negara perlu membangun sistem edukasi kesehatan yang tidak hanya reaktif terhadap wabah, tetapi juga proaktif dalam membentuk pola pikir masyarakat. Jika tidak, bukan tidak mungkin, beberapa tahun mendatang, pemimpin akan kembali datang ke tempat yang sama, dengan narasi yang sama, menghadapi masalah kesehatan yang berbeda, dan dengan ironi yang terus berulang. [*]

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)