
MaduraExpose.com – Kabar mengejutkan datang bagi ratusan Pemerintah Desa di Kabupaten Sumenep. Pada tahun anggaran 2026, daerah di ujung timur Pulau Madura ini mengalami penurunan pagu Dana Desa yang sangat signifikan. Penurunan ini memaksa pemerintah desa untuk melakukan desain ulang terhadap perencanaan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat.
Berdasarkan data resmi, Kabupaten Sumenep hanya menerima alokasi Dana Desa sekitar Rp109 miliar pada 2026. Angka ini terjun bebas jika dibandingkan dengan pagu tahun 2025 yang menembus lebih dari Rp335 miliar. Selisih pengurangan anggaran yang harus dihadapi mencapai kurang lebih Rp225 miliar.
Bukan Dihapus, Anggaran Dialihkan ke Program Strategis Nasional
Menanggapi keresahan di tingkat desa, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sumenep, Anwar Sahroni Yusuf, memberikan klarifikasi mengenai penyebab anjloknya nominal tersebut. Ia menegaskan bahwa pemerintah pusat tidak menghapus Dana Desa, melainkan melakukan realokasi anggaran untuk program prioritas.
Sebagian besar anggaran Dana Desa tahun ini dialihkan untuk mendukung program nasional pembangunan Koperasi Merah Putih. Berbeda dengan Dana Desa reguler, pelaksanaan pembangunan koperasi ini ditangani langsung oleh pemerintah pusat karena masuk dalam kategori kebijakan strategis nasional.
“Dana tersebut pada prinsipnya tetap dialokasikan untuk kepentingan desa. Namun, karena menyangkut kebijakan nasional Koperasi Merah Putih, pelaksanaannya ditarik ke pemerintah pusat,” jelas Anwar Sahroni, Kamis (08/01/2026).
Dilema Pembangunan Desa: Program Harus Diprioritaskan Ulang
Penurunan pagu anggaran secara drastis ini dipastikan berdampak langsung pada postur APBDes (Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa) tahun 2026. Pemerintah desa kini diwajibkan melakukan penyesuaian rencana kerja melalui forum Musyawarah Desa (Musdes).
Sejumlah program yang sebelumnya sudah direncanakan kemungkinan besar harus ditunda atau diprioritaskan kembali berdasarkan tingkat urgensinya. Anwar menjelaskan bahwa proses penyesuaian ini harus tetap mengacu pada Peraturan Menteri Desa terkait fokus penggunaan Dana Desa terbaru.
“Meskipun anggaran berkurang, desa tetap diberikan ruang untuk menentukan prioritas pembangunan. Aturan penggunaan tahun ini tidak seketat tahun-tahun sebelumnya, sehingga desa bisa lebih fleksibel dalam mengelola pagu yang tersedia,” tambahnya.
Transparansi dan Harapan di Tingkat Desa
Masyarakat diharapkan memahami bahwa pergeseran anggaran ini merupakan bagian dari upaya sinkronisasi pembangunan pusat dan daerah. Pembangunan Koperasi Merah Putih diharapkan dapat memberikan dampak ekonomi jangka panjang yang mampu mengompensasi pengurangan dana tunai yang diterima desa tahun ini.
DPMD Sumenep akan terus melakukan pendampingan kepada para kepala desa agar sisa anggaran sebesar Rp109 miliar tersebut dapat dikelola secara optimal dan transparan demi kepentingan warga desa. [Tim/Red]

![Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose] Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, saat menguraikan jembatan filosofis perencanaan pembangunan dalam forum sarasehan bersama mahasiswa di Ruang Potret Koneng. [Foto: Dok. Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776320414/bappeda-sumenep-sarasehan-bem-arah-pembangunan-2026_tmgogq.jpg)



![Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Kodim 0827/Sumenep menggelar upacara bendera 17an bulan April 2026 di Lapangan Upacara Makodim 0827/Sumenep. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada dan diikuti seluruh jajaran personel Kodim, Senin (20/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776667033/upacara-17an-kodim-0827-sumenep-april-2026_wuyqj7.jpg)
![Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose] Penyidikan dugaan kasus dana hibah APBD Jatim tahun anggaran 2021-2022 terus bergulir. Tim penyidik KPK melakukan pemeriksaan maraton terhadap 13 orang saksi di Mapolres Bangkalan.[Dok.KPK.go.id/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776447062/KPK_Periksa_13_Saksi_Hibah_Jatim_di_Bangkalan_vpmtwh.jpg)
![asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose] asi Humas Polres Sampang saat merilis Spesialis pencuri utilitas ini diringkus Satreskrim Polres Sampang usai beraksi di Kafe Lyco Go, Jalan Teuku Umar.[Foto: Dok.Istimewa/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776445387/pencurian-meteran-pln-sampang-kafe-lyco-go_mnxiuy.jpg)
![Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI] Warga Dusun Tapakerbau saat melakukan penghalauan terhadap ekskavator di kawasan pesisir Desa Gersik Putih sebagai bentuk pertahanan atas kedaulatan ruang hidup. [lustrasi Gambar: Dok. Madura Expose/AI]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776341864/konflik-reklamasi-gersik-putih-sumenep-2026_xko890.jpg)