Sumenep Gelar Vaksin Polio Serentak, Begini Penjelasan Plt Kadis Kesehatan

Terbit: 16 Januari 2024 | 15:29 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com— Tak mau kalah dengan daerah lain dalam upaya mencegah terjadinya kasus polio, Kabupaten Sumenep mulai lakukan vaksinasi polio secara merata.

Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes & P2KB) Kabupaten Sumenep Agustiono Sulasno menjelaskan, pelaksanaan Sub Pin Polio serentak di Kabupaten Sumenep dilakukan menjadi dua tahap.

Tahap pertama dilakukan sejak (Senin) tanggal 15 hingga 21 Januari 2023 dan tahap kedua 19-25 Februari 2024.

Target pencapaian Sub Pin Polio, sesuai data Pusdakin sebanyak 106,815 anak dengan sasaran anak usia 0-7 tahun.

“Capaian Anak yang mendapatkan imunisasi polio ini, cakupannya itu, sekurang-kurangnya 95 persen di setiap pelaksanaan vaksin volio,” kata Agustiono Sulasno.

Untuk diketahui, jenis vaksin pada Sub Pin Polio ini adalah novel oral polio vaccine tipe 2 (nOPV2) dengan kemasan 50 dosis pervial, diberikan 2 tetes manis pada setiap anak dengan interval waktu 1 bulan.

“Vaksinnya manis Ma,” tutur Dindayana Khafat bocah 3 tahun di Dusun Mandala, Desa Ketawang Karay Kecamatan Ganding Sumenep, usai diberi vaksin oleh petugas, Selasa 16 Januari 2024. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *