Peduli Kesehatan, Babinsa 0827/10 Ambunten Laksanakan Pendampingan Sub PIN Polio

Terbit: 19 Januari 2024 | 14:51 WIB

Sumenep, Maduraexpose.com- Babinsa Koramil 0827/10 Ambunten Koptu Suliono mendampingi tenaga kesehatan Puskesmas Ambunten melaksanakan pemberian SUB PIN (Pekan Imunisasi Nasional) POLIO kepada anak- anak bertempat di Desa Bukabu Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep, Jumat (19/1/2024).

Pendampingan Babinsa dalam kegiatan imunisasi merupakan bagian dari tugas-tugas kewilayahan Aparat Teritorial sebagai bentuk kepedulian kepada anak agar sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.

”Usia anak-anak sangat rentan terhadap penyakit, untuk itu sangat penting dilakukan imunisasi agar mereka mempunyai imun atau kekebalan yang dapat menangkal masuknya penyakit,” ungkap Koptu Suliono.

Lanjutnya, seperti yang dikatakan tenaga kesehatan, imunisasi polio diberikan dengan cara diteteskan guna mencegah penyakit yang menular yang disebabkan virus yang ada di saluran pencernaan dan tenggorokan.

“Imunisasi ini juga guna mencegah penyakit yang sewaktu-waktu dapat menyerang anak-anak kita,” ujarnya.

Menurutnya, peran sebagai Babinsa yang ada di wilayah akan selalu aktif untuk bekerjasama dengan para petugas Puskesmas, serta Babinkamtibmas yang ada di wilayah dalam mewujudkan kesehatan generasi penerus.

“Ini juga bentuk kepedulian terhadap kesehatan dalam mencegah Stunting dan mewujudkan anak yang sehat untuk penerus bangsa yang berkualitas kedepannya,” pungkas Babinsa Koptu Suliono. (yud/Ima)

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *