Sukseskan Sub PIN Polio, Bupati Fauzi Sarankan Petugas Kesehatan Turun ke masyarakat

Terbit: 16 Januari 2024 | 14:37 WIB

Bupati Fauzi Dukung Sub PIN Polio, Cegah
Pencanangan Sub PIN Polio dilakukan Pemkab Sumenep melalui Imunisasi polio sebagai upaya untuk melindungi anak dari penyakit polio.

Penyakit polio merupakan penyakit saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, disebabkan oleh virus menular terutama pada anak-anak dibawah usia 15 tahun. Polio bisa dicegah dengan melakukan imunisasi.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo merespon hal tersebut dengan mengajak masyarakat mendukung pelaksanaan Pekan Imunisasi Nasional Polio sebagai upaya mewujudkan perlindungan kelompok ( herd immunity ) dari ancaman penyakit polio, dengan melaksanakan imunisasi polio kepada anak-anak usia 0-7 tahun atau setara kelas 2 jenjang sekolah dasar (SD).

“Sub PIN Polio pada anak untuk menguatkan imunitas anak terhadap virus polio. Imunisasi kepada anak bisa menekan risiko virus polio hingga dewasa,” kata Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo di sela-sela Pencanangan Sub Pin dalam Penanggulangan KLB Polio, di TK Pertiwi, Sumenep Kota, Senin 15 Januari 2023.

Fauzi meminta masyarakat tidak perlu khawatir, karena menurutnya imunisasi Polio itu aman.

“Bagi para orang tua bisa membawa anak-anaknya yang berusia antara 0-7 tahun untuk mendapatkan imunisasi ditempat pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas, Posyandu dan Polindes ataupun Pos imunisasi lainnya,” imbuhnya.

Bupati Fauzi juga menghimbau seluruh petugas kesehatan, agar memberikan pemahaman yang cukup kepada masyarkat sehingga pemberian imunisasi polio anak-anak tidak terjadi kesalah pahaman.

“Petugas kesehatan perlu memberikan pemahaman kepada masyarakat, bahwa imunisasi kepada anak-anak memabantu pertumbuhan anak menjadi anak cerdas, sehat, mandiri dan tangguh sebagai investasi masa depan,” imbuhnya.

“Para petugas kesehatan agar benar-benar turun ke masyarakat untuk mengajak para orang tua memberikan imunisasi ini, bahkan  mencari anak yang belum imunisasi, mengingat imunisasi polio ini harus dilaksanakan secara penuh bagi semua balita atau anak,” jelasnya. [Ferry Arbania]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *