PIN Vaksin Tetes Polio Aisyiyah Sumenep

Terbit: 16 Januari 2024 | 04:14 WIB

MaduraExpose.com – Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sumenep menggelar Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Vaksin Tetes Polio. Kegiatan dilaksanakan di SD Qismu, Jalan Urip Sumoharjo Nomor 14 Kecamatan Kota Sumenep, Selasa (10/01/2024).

Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Sumenep Damayanti, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan upaya pencegahan penyakit polio yang belum ada obatnya.

“Polio adalah penyakit menular yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kecacatan seumur hidup, atau kematian,” kata Damayanti.

Damayanti menjelaskan, PIN Vaksin Tetes Polio ini menyasar seluruh anak usia 0-7 tahun (0-7 tahun 11 bulan). Vaksin yang diberikan berupa vaksin tetes dan bukan suntikan.

“Harapannya semua balita usia 0 hingga 7 tahun di Kabupaten Sumenep bisa tervaksinasi. Target minimal 95 persen agar tercapai herd immunity terhadap penyakit polio,” harapnya.

Damayanti mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep untuk menyukseskan PIN Polio putaran I dan II dengan membawa putra putri maupun kerabatnya yang berusia 0 hingga 7 tahun ke pos-pos imunisasi, agar terhindar dari polio. Pos imunisasi bisa di puskesmas, posyandu maupun sekolah.

“Mari kita bersama-sama menyukseskan PIN Polio agar anak-anak kita terhindar dari penyakit polio,” ajaknya. [miko/han]

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Kepungan Tiga Bibit Siklon: Madura Siaga Satu Ancaman ISPA hingga DBD

Terbit: 9 Maret 2026 | 06:00 WIB SUMENEP, MaduraExpose.com – Langit Jawa Timur, khususnya wilayah Madura, kini berada dalam pengawasan ketat radar BMKG. Kemunculan tiga bibit siklon tropis—90S, 93S, dan…

Siklon 90S Mengintai Madura! Bukan Sekadar Angin Kencang, Ada Ancaman “Vektor” yang Mengincar Nyawa

“Korelasi antara anomali meteorologi berupa siklon tropis dan pergeseran ekologi vektor penyakit menegaskan urgensi kebijakan kesehatan yang adaptif. Secara administratif, sinergi lintas institusi antara BMKG, BRIN, dan otoritas kesehatan daerah merupakan manifestasi dari sistem peringatan dini (Early Warning System) yang komprehensif. Upaya mitigasi tidak lagi dapat dilakukan secara parsial, melainkan harus menyentuh akar permasalahan lingkungan guna menjamin ketahanan nasional di sektor kesehatan publik.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *