maduraexpose.com

 


Radar Pemkab

Sujud Syukur dan Air Mata: Kisah Haru Perpisahan Sekretaris Daerah Sumenep

172
×

Sujud Syukur dan Air Mata: Kisah Haru Perpisahan Sekretaris Daerah Sumenep

Sebarkan artikel ini

Editor: Ferry Arbania

908288

SUMENEP,Maduraexpose.com – Angin pagi yang dingin tak mampu membekukan kehangatan yang mengalir di halaman kantor Pemkab Sumenep. Senin pagi yang seharusnya biasa, berubah menjadi kanvas penuh kesedihan dan haru, saat sebuah era berakhir. Sekretaris Daerah (Sekda) Sumenep, Edi Rasyadi, memimpin apel gabungan untuk yang terakhir kalinya. Udara terasa berat, dipenuhi aura perpisahan yang menyayat hati.

Di mimbar apel, suara Edi bergetar, memecah keheningan yang menyesakkan. Setiap kata yang keluar adalah ungkapan tulus dari lubuk hati terdalam. Ia mengenang tujuh tahun pengabdian, sebuah perjalanan panjang yang penuh tantangan, namun berhasil dilewati berkat sinergi dan gotong royong seluruh jajaran. “Terima kasih atas sinergi yang telah terbangun selama ini,” ucapnya, suaranya sarat dengan makna perpisahan.

Matahari perlahan naik, namun bayang-bayang kesedihan tak kunjung hilang. Edi meminta maaf atas segala kekurangan dan kesalahan yang mungkin tak sengaja terucap atau terlaksana. Sebuah gestur yang sederhana, namun begitu mendalam maknanya. Setelah memberikan amanat, ia tak langsung pergi. Dengan langkah yang berat, Edi turun dari mimbar, mendekati setiap barisan ASN, satu per satu, untuk mengucapkan salam perpisahan.

Di sana, di antara barisan, terlihat tetes-tetes air mata yang tak terbendung. Setiap salaman adalah pengakuan tulus atas dedikasi seorang pemimpin. Penghormatan diberikan, doa-doa dilantunkan, memohon agar Edi senantiasa diberi kesehatan dan keberkahan dalam menjalani masa purna tugasnya. Momen itu bukan hanya perpisahan, melainkan sebuah epilog haru dari sebuah pengabdian yang tulus.

Apel gabungan hari itu bukan sekadar formalitas, melainkan sebuah monumen emosional yang akan selalu dikenang oleh seluruh ASN di lingkungan Pemkab Sumenep. Kisah perpisahan ini menjadi pengingat bahwa di balik jabatan dan tugas, ada ikatan kemanusiaan yang terjalin erat, meninggalkan jejak yang tak akan pernah pudar.

--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----