Darurat Kesehatan! Sumenep Catat Angka KLB Campak Tertinggi se-Indonesia

Terbit: 27 Agustus 2025 | 16:00 WIB

MaduraExpose.com- Kabupaten Sumenep kini berada di pusat sorotan nasional setelah ditetapkan sebagai daerah dengan kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) campak tertinggi di Indonesia. Data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menunjukkan, hingga pekan ke-33 tahun 2025, Sumenep mendominasi dengan 2.139 kasus suspek dari total 23.128 kasus suspek nasional.

Direktur Imunisasi Kemenkes, dr. Prima Yosephine, mengungkapkan bahwa penyebaran KLB campak semakin meluas, dengan 46 KLB terkonfirmasi di 42 kabupaten/kota dari 13 provinsi. Namun, Sumenep menjadi yang paling parah, bahkan mencatat 17 kematian, mayoritas pada balita yang tidak memiliki riwayat imunisasi.

“Campak ini penyakit berbahaya dan menyebabkan kematian, bahkan penularannya lebih cepat dari COVID-19,” ujar dr. Prima dalam konferensi pers virtual pada Selasa (26/8/2025).

Imunisasi Rendah, Penyebab Utama Wabah
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, menegaskan rendahnya cakupan imunisasi menjadi alasan utama merebaknya penyakit ini. Ia menyebut, cakupan vaksinasi campak-rubella secara nasional baru mencapai 45% dari target 95% yang dibutuhkan untuk membentuk kekebalan kelompok.

“Banyak (alasan keluarga tidak mau vaksinasi anak). Ada yang dikaitkan soal agama, takut karena nanti ada efek samping,” kata Wamenkes.

Ia menambahkan, vaksin yang diberikan pemerintah telah melalui kajian ilmiah yang panjang dan terbukti aman. Baik dr. Prima maupun Wamenkes Dante mengimbau masyarakat agar tidak menunda imunisasi dan percaya bahwa vaksin adalah cara paling efektif untuk melindungi anak dari komplikasi serius.

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Polres Sumenep Siaga: Antisipasi Kelangkaan BBM dan Kenaikan Harga Sembako

Terbit: 21 April 2026 | 22:42 WIB Sumenep (MaduraExpose.com) – Menanggapi keresahan masyarakat terkait isu kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan fluktuasi harga kebutuhan pokok, Polres Sumenep mengambil langkah preventif…

Dialektika Perencanaan: Sinkronisasi Epistemik dan Jembatan Masa Depan Sumenep

Terbit: 16 April 2026 | 13:26 WIB SUMENEP – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep bersama Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Sumenep menggelar diskursus intelektual bertajuk sarasehan untuk membedah…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *