
Sumenep, Madura Expose – Rencana survei seismik 3D oleh PT Kangean Energy Indonesia Ltd (KEI) di perairan dangkal West Kangean, Sumenep, Madura, Jawa Timur, kembali menghadapi penolakan keras. Gerakan Peduli Masyarakat Sumenep (GPMS) menilai proyek ini tidak memiliki legitimasi sosial karena minimnya manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat lokal.
Koordinator GPMS, Andi Kholis, menegaskan bahwa protes dari warga dan mahasiswa adalah cerminan dari keresahan kolektif atas ketimpangan infrastruktur dan tidak meratanya distribusi hasil eksplorasi migas. “Jika negara belum bisa menjamin masyarakat Kangean menjadi penerima manfaat utama dari kekayaan alamnya sendiri, maka survei ini wajib dihentikan,” tegas Andi Kholis, Jumat (8/8/2025).
Andi juga menyoroti ironi bahwa Dana Bagi Hasil (DBH) dari eksploitasi migas di wilayah Kangean justru mengalir ke Pemprov Jawa Timur, bukan langsung ke Kabupaten Sumenep sebagai wilayah terdampak. “Warga hanya jadi penonton. Kalau sejak awal saja tak berpihak ke masyarakat, lebih baik dihentikan. Jangan korbankan masa depan rakyat demi segelintir elit dan investor,” ujarnya.
Sumenep, Lumbung Migas yang Ironisnya Miskin
GPMS juga mengkritik keras ironi status Kabupaten Sumenep sebagai daerah penghasil migas namun menempati peringkat ketiga termiskin di Jawa Timur. Berdasarkan data BPS, terdapat lebih dari 206.000 jiwa penduduk miskin di Sumenep, yang setara dengan 18,53 persen dari total populasi.
“Kita ini lumbung migas, tapi malah miskin. Ini ironis. Lalu ke mana Dana Bagi Hasil (DBH) dan dana CSR migas itu mengalir?” tanya Andi. Ia menilai pengelolaan DBH dan CSR oleh pemerintah daerah tidak transparan dan tidak menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama di wilayah kepulauan yang paling terdampak.
CSR untuk Tugu, Bukan Kesejahteraan Rakyat?
Kritik tajam lainnya dilontarkan Andi terkait penggunaan dana CSR dari perusahaan migas seperti HCML, Medco, dan KEI. Dana tersebut, menurutnya, justru dipakai untuk pembangunan tugu keris miliaran rupiah yang dinilai tidak memiliki dampak nyata dalam upaya pengentasan kemiskinan. “Apa manfaatnya bagi rakyat miskin? Saya khawatir ini hanya jadi bancakan anggaran saja,” kritiknya.
Menanggapi situasi ini, GPMS mendesak pemerintah pusat untuk segera menghentikan rencana survei seismik KEI dan mengevaluasi total pengelolaan sumber daya alam di Sumenep. Selain itu, mereka juga meminta DPRD Sumenep untuk membentuk panitia khusus (pansus) demi menyelidiki aliran dana DBH dan CSR migas.
“Kami tidak anti investasi. Tapi rakyat harus diutamakan. Jangan sampai kami ini seperti ‘anak ayam mati di lumbung padi’,” pungkas Andi, menegaskan kembali tuntutan GPMS. [nss/roi/gim/tim]

![Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose] Pastikan distribusi minyak subsidi tepat sasaran! Kapolres Sumenep turun langsung cek stok Minyakita di Pasar Anom. Harga stabil, stok aman, masyarakat tenang. [Dok. Humas Polres Sumenep/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776788312/sidak-minyakita-pasar-anom-sumenep-2026_ora5xq.jpg)
![10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose] 10 hari lagi! Sensus Ekonomi 2026 segera dimulai. Mari warga Sumenep, sukseskan pendataan ini karena data Anda adalah kunci arah pembangunan ekonomi kita ke depan. [Kantor BPS Sumenep: Dok. Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776787040/sensus-ekonomi-2026-bps-sumenep-akurat_ws5jnl.jpg)
![Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Dandim 0827/Sumenep menyerahkan unit truk operasional kepada KDKMP guna menunjang kelancaran distribusi komoditas pertanian perdesaan. [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777353646/kodim-sumenep-serahkan-truk-kdkmp_ijgruy.jpg?_s=public-apps)
![Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose] Sinergi Lapangan: Dandim 0827/Sumenep, Letkol Inf Citra Persada, memantau langsung progres pembangunan jembatan gantung di Ambunten Tengah dan validasi lapangan program rehabilitasi Rutilahu di wilayah Kecamatan Rubaru, Sabtu (25/4/2026). [Foto: Dok. Kodim Sumenep for Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1777177675/dandim-sumenep-tinjau-jembatan-ambunten-dan-rutilahu_r7cgu7.jpg)
![Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa] Kabar baik! 1.384 JCH Pamekasan resmi siap berangkat haji 2026. Dokumen beres, visa siap, tinggal menunggu waktu keberangkatan. Semoga menjadi haji yang mabrur. [Dok. Istimewa]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776790830/jch-pamekasan-siap-berangkat-haji_cfrc73.jpg)
![Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose] Polres Sumenep bergerak cepat antisipasi kelangkaan BBM dan stabilitas harga sembako. Sinergi lintas sektoral diperkuat demi pastikan kebutuhan warga Sumenep terpenuhi tanpa gangguan oknum. [Dok. Humas/Media Center/Madura Expose]](https://res.cloudinary.com/dgppnssgm/image/upload/fl_preserve_transparency/v1776786041/polres-sumenep-rakor-bbm-sembako-2026_ck9mx1.jpg?_s=public-apps)