Ferry Arbania dan Baiquni saat menjadi pemateri dalam Seminar Nasional bertajuk "Aktualisasi nilai-nilai Al-Qur'an dalam mengatasi perkembangan IT".

Madura Expose — Dalam rangka Dies Maulidiyah ke-4 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)
Sekolah Tinggi Ilmu Alquran Nurul Islam (STIQNIS)Karangcempaka Bluto, Sumenep serangkaian acara ilmiah berupa bedah buku dan seminar nasional.

Salah satu bedah bertajuk “HADRAH KIAI” yang dibahas langsung oleh pengarangnya, yaitu Raedu Basha.

“Beliau merupakan peraih penghargaan se-Asean dalam bidang sastra,” demikian Junaidi,Ketua Panitia kepada media ini.

Selain bedah buku,panitia juga menggelar Maulid Nabi yang dikemas dengan Dialog seputar Desa, Sekolah Tafsir, dan acara pamungkas adalah Seminar Nasional dengan tema “Aktualisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam mengatasi perkembangan IT”.

Seminar Nasional ini,lanjut Junaidi, dinilai sangat relevan dengan tahun politik.

” Kita ambil tema itu,karena sekarang zamannya sudah serba digital. Atau dalam kata lain, upaya digitalisasi dalam berbagai sektor kehidupan kian tak terbendung. Diitambah lagi,saat ini kita berada di tahun politik,” imbuh Junaidi dalam sambutannya.

Acara yang dihadiri oleh ratusan peserta itu sengaja mendatangkan fua nara sumber yang memang berkompeten dibidangnya,karena sama-sama aktif dinunia jurnalis online.

“Acara seminar nasional diisi oleh dua orang pemateri yang sudah menguasai dalam bidangnya. Beliau adalah Bapak Ach Baiquni, M.Ag, Lulusan UIN SYARIF JAKARTA dan Bapak Ferry Arbania, Direktur Madura Expose yang memilki banyak media online,” imbuhnya menjelaskan.

Kesimpulan materi yang disampaikan dari kedua pemateri adalah bagaimana cara manusia dalam mengatasi informasi yang sifatnya tidak dikenal atau HOAKS.

” Supaya tidak terjadi diskriminasi atau peperangan antar sesama umat islam. Dan lagi pentingnya mawas diri atau memahami etika dalam berkomunikasi atau beraktifitas didunia cyber,” tutup Junaidi.

Kontributor: Muhammad Ariesto

HotNews:  Karakter Ulama Su’ dan Fitnah Akhir Zaman