maduraexpose.com

 


ZONA KAMPUS

STIDAR Sumenep: Kampus Peradaban dari Pedalaman yang Mendunia, Didirikan Berkat Visi Sang Doktor, Dr. KH. Sahli Hamid

368
×

STIDAR Sumenep: Kampus Peradaban dari Pedalaman yang Mendunia, Didirikan Berkat Visi Sang Doktor, Dr. KH. Sahli Hamid

Sebarkan artikel ini

Oleh: Ferry Arbania

Berdirinya STIDAR tidak lepas dari peran sentral Dr. KH. Sahli Hamid, M.Pd.I, yang saat ini menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Raudlatul Iman (YASPIRI). Beliau adalah arsitek dan motor penggerak utama kampus sejak awal pendirian. [dok. Fathol Bari,S.Sos/MaduraExpose]

SUMENEP, NEWS — Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman (STIDAR) di Gadu Barat, Ganding, Sumenep, Madura, bukan sekadar institusi pendidikan tinggi. Ia adalah simbol keberanian dan harapan yang lahir dari kegelisahan para tokoh masyarakat di pedalaman. Berdiri tegak, jauh dari hiruk pikuk kota, STIDAR kini menjelma menjadi “Kampus Peradaban” yang terus menorehkan prestasi, tak lepas dari peran sentral seorang tokoh inspiratif: Dr. KH. Sahli Hamid, M.Pd.I.

 

 


🌟 Profil Kampus STIDAR Sumenep: Cahaya Pendidikan dari Pedalaman

 

STIDAR Sumenep didirikan atas dasar cita-cita luhur untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama di wilayah pedalaman Sumenep. Kehadirannya didasari oleh semangat pengabdian dan komitmen untuk mengatasi realitas sosial masyarakat.

  • Lokasi Unik: Terletak di Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, STIDAR sengaja didirikan di lokasi yang jauh dari keramaian. Lingkungan alami yang tenang ini justru mendukung proses belajar mengajar, menciptakan suasana kolaborasi antara mahasiswa dan alam yang menghilangkan kepenatan.
  • Visi dan Misi: Sebagai Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah, STIDAR berfokus pada bidang sosial dan dakwah, menghasilkan lulusan sarjana yang siap menjadi dosen, peneliti, konsultan pemerintahan, staf legislatif, aparatur pemerintahan, aktivis sosial, hingga jurnalis.
  • Perkembangan Spektakuler: Kampus ini menunjukkan perkembangan luar biasa. Sejak menerima SK pada 14 November 2016, STIDAR terus berinovasi. Terbaru, mulai Tahun Akademik 2024/2025, STIDAR telah membuka Program Pascasarjana Magister Administrasi Publik (MAP) melalui kerja sama dengan Yayasan Waskita Dharma Malang, menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan SDM unggul di bidang sosial dan kebijakan publik.

Kata Kunci SEO: Kampus STIDAR Sumenep, Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman, Magister Administrasi Publik STIDAR, Kampus Pedalaman Sumenep.

 

💡 Dr. KH. Sahli Hamid, M.Pd.I: Arsitek di Balik Cikal Bakal STIDAR

 

Berdirinya STIDAR tidak bisa dipisahkan dari semangat dan kegigihan Dr. KH. Sahli Hamid, M.Pd.I. Beliau adalah sosok sentral yang memiliki visi jauh ke depan untuk memajukan pendidikan.

 

Peran Sentral di Yayasan dan Kampus

 

Saat ini, Dr. KH. Sahli Hamid menjabat sebagai Ketua Umum Yayasan Perguruan Tinggi Raudlatul Iman (YASPIRI), yayasan yang menaungi STIDAR. Beliau menjadi garda terdepan yang memperjuangkan berdirinya kampus ini sejak awal, bahkan turut serta saat menerima SK STIDAR ke Jakarta pada tahun 2016. Perjanjian kerja sama pembukaan Program Pascasarjana MAP pun ditandatangani oleh beliau, menunjukkan perannya yang tak tergantikan dalam pengembangan institusi.

 

Sosok Intelektual, Kiai, dan Penyair

 

Gelar Doktor (Dr.) yang disandangnya menjadi bukti komitmen beliau terhadap ilmu pengetahuan. Meskipun seorang tokoh ulama dan kiai, Dr. KH. Sahli Hamid dikenal sebagai figur intelektual yang aktif dalam kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi.

  • Orator dan Intelektual: Beliau sering mengisi Orasi Ilmiah pada acara-acara besar kampus, seperti Wisuda IV STIDAR.
  • Penulis dan Budayawan: Selain perannya di dunia akademik, Kiai Sahli juga dikenal sebagai sosok yang gemar menulis dan membaca puisi. Karyanya sering dibacakan dalam berbagai kegiatan kampus maupun sosial. Beliau bahkan pernah menghadiahkan buku karyanya pada sebuah acara, menegaskan profilnya sebagai sosok Kiai yang juga seorang budayawan dan penulis.
  • Tokoh yang Dekat dengan Tradisi: Beliau memimpin rombongan pengelola STIDAR dalam ziarah ke makam leluhur untuk merawat tradisi dan silaturahmi.

Dr. KH. Sahli Hamid adalah perpaduan lengkap antara kiai, pendidik, visioner, dan budayawan. Semangatnya dalam merintis STIDAR menjadikannya panutan yang membuktikan bahwa pendidikan berkualitas dapat didirikan di manapun, bahkan dari sebuah ‘mimpi hebat’ di pedalaman Sumenep.


 

📢 STIDAR dan Dr. KH. Sahli Hamid di Media Pemberitaan Online

 

Kolaborasi antara pengembangan akademik STIDAR (seperti pembukaan program S2 MAP) dan aktivitas keilmuan Dr. KH. Sahli Hamid (seperti orasi ilmiah dan peluncuran buku) menjadikan keduanya sering muncul dalam pemberitaan online. Hal ini memperkuat citra STIDAR sebagai kampus yang dinamis dan Dr. KH. Sahli Hamid sebagai pemimpin yang visioner dan produktif.

STIDAR (Sekolah Tinggi Ilmu Dakwah Raudlatul Iman) didirikan di Desa Gadu Barat, Ganding, Sumenep, sebagai respons atas kegelisahan tokoh masyarakat terhadap realitas sosial dan kebutuhan peningkatan SDM di pedalaman.
--------EXPOSIANA----
GAYA SAMBUTAN ACHMAD FAUZI WONGSOJUDO

 


 


---Exposiana----

---***---