Spanduk Toni Diturunkan, Polres Sumenep Digugat Rp 1 Miliar

0
912

Ach.Supyadi didampingi Syaiful Bahri dan A.Effendy Ketua LSM Lidik Hukum dan HAM saat ngelurug ke Pos Pol PP Sumenep Selasa dini hari 2/2/2016. [Foto: Ferry Arbania]

Madura Expose- Ancaman kuasa hukum Toni, siswa SMA Sumenep yang tangannya digoreng untuk menggugat Polres Sumenep benar-benar dibuktikan melalui stafnya A. Effendy yang juga Ketua LSM Lidik Hukum dan HAM Sumenep.

Effendy resmi menggugat pihak Polres karena diduga melakukan tindakan kesewenang-wenangan dengan cara menurunkan baleho yang di pasang oleh pihak Ach.Supyadi dan A.Effendy selaku relawan dan kuasa hukum korban tangan digoreng. Gugatan itu dilayangkan langsung kepihak Pengadilan Negeri (PN) Sumenep pada Selasa (2/2/2016).

“Mentang-mentang punya jabatan tinggi di Polres Sumenep kok malah berbuat arogan seperti itu, menurunkan paksa baleho yang jelas-jelas sudah berijin. Harusnya polisi itu memberi contoh yang baik, bukan malah ngajari melakukan pelanggaran hukum”, ujar A. Effendy didampingi Kuasa Hukum Ach.Supyadi saat berbincang dengan Madura Expose Network.

Pantauan Madura Expose Network, pihak Polres Sumenep digugdat dengan bukti Panjar Biaya Perkara dengan no 05/pdt G/2016/PN-Smp. Polres Sumenep digugat karena tindakan sewenang-wenang dan melawan hukum karena sengaja menurunkan baleho yang dipasang secara resmi.

Tindakan oknum Polres Sumenep tersebut merugikan penggugat baik materi maupun inmateri sebesar Rp 1 Miliar lebih dengan rincian, Rp1.000.956.000 dengan perincian kerugian materi biaya cetak sebesar Rp650.000.000, biaya pembayaran pajak Rp156.000 dan biaya pasang Rp150.000.

Sebelumnya, Ach.Supyadi, Kuasa Hukum Toni, melaporkan Darmadji, Kasi Intel Polres Sumenep kepihak Propam Polres Sumenep karena diduga menjdi dalang penurunan baleho yang melibatkan Satpol PP Sumenep. Saat melapor mereka dilayani oleh anggota propam Brigadir Rico