Sosok Kiai Unais Ali Hisyam Diantara Pahitnya Rekom Pilkada

Terbit: 1 April 2022 | 22:34 WIB

Sumenep (Maduraexpose.com) — Sosok Kiai Unais Ali Hisyam memang sangat fenomenal. Wajah tampan berwibawa, alim dan banyak pengalaman.

Tak terlalu mengherankan jika banyak kalangan pesantren yang menginginkan Kiai Unais Ali Hisyam mencalonkan diri sebagai kepala daerah.

“Pengalaman beliau selama menjadi Anggota DPR RI dan kealiman beliau sebagai pengasuh Pondok Pesantren di Ambunten akan membawa dampak positif dalam peradaban masyarakat Sumenep kedepan.

Kami doakan semoga beliau diberi kesempatabln memimpin Sumenep,” ujar salah satu kiai pendukung KH.Unais Ali Hisyam yang meminta namanya ditulis Hamba Allah saja, Jum’at malam 01 April 1022.

Sementara Kiai Unais berkali-kali dimintai tanggapan hal dukungan tersebut, pihaknya memilih puasa bicara.

Suatu hal yang menjadi pertanyaan para tokoh di Sumenep, kenapa DPP PKB seperti sangat berat mengeluarkan rekomendasi pencalonan Kiai Unais di Pilkada Sumenep?

Kiai Unais merupakan putra KH Ali Hisyam bin Aliwafa. Ayahnya semasa muda juga menjadi salah satu poilitisi NU yang diperhitungkan. Beliau menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai NU.

Keterlibatan Kiai Unais di panggung politik setelah PKB lahir dari Rahim NU.

Melansir dari situ MataMadura,
Awalnya, Kiai Unais tak terbesit dalam benak pikirannya untuk menjadi politisi. Sejak muda dia sudah mondok di Rubath Syaikh Isma’iel, Makkah. Terbayang cita-cita untuk menekuni dunia pendidikan dan dakwah.

Tapi, jalan hidup berkata lain. Cucu sang Mursyid Tharikat, KH. Aliwafa Muharrar ini, baru bisa menerima desakan  para Kiai NU agar bergabung di PKB. Jabatan yang dia emban adalah Wakil Ketua DPC PKB Sumenep.

Sejak itu, Kiai Unais mulai tersita pikiran dan tenaga untuk mengurus politik. Hingga PKB menjadi pemenang mutlak di Sumenep dengan raihan 25 kursi dari 40 kursi yang diperebutkan. 5 kursi milik ABRI di tahun 1999.

Duduk di gedung parlemen Sumenep, 1999, usia Kiai Unais tergolong belia, umur 26 tahun.

Konon, KH Ali Hisyam ayah Kiai Unais juga berumur sama ketika menjadi anggota DPRD Kabupaten Sumenep dari Partai NU.

Menjabat dua periode sebagai anggota DPRD Sumenep (1999-2009) semakin menempa insting politik.

Pada Pileg 2009, Kiai Unais terpilih anggota DPR RI dari PKB, Dapil Madura hingga saat ini. Saat di senayan, Kiai Unais menjabat Ketua DPC PKB Sumenep.

Kendati sibuk di dunia politik, tanggung jawab mengasuh para santri di Pondok Pesantren Ahlussunnah Wal Jamaah Ambunten, Sumenep tetap menjadi prioritas. (MM/DBS)

Editor: Ferry Arbania

administrator

www.maduraexpose.com | Mengawal Kepastian Hukum

Related Posts

Dandim ‘Sowan’ ke Annuqayah: Menguji Resiliensi Birokrasi di Rahim Pesantren

Dandim 0827 Sumenep Letkol Inf Citra Persada silaturahmi ke Ponpes Annuqayah Guluk-Guluk.

Nalar Sirkular: Ketika Pesantren Menaklukkan Paradigma ‘Limbah’

Terbit: 21 Maret 2026 | 09:30 WIB MADURAEXPOSE.COM | SUMENEP – Di tengah krisis pengelolaan sampah nasional, institusi pendidikan tradisional Islam (Pesantren) justru muncul sebagai pionir ekonomi sirkular yang pragmatis…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *