Soal Tak Hadiri Deklarasi Paslon Gus Acing-Mas Kiai, Begini Penjelasan KH Unais Asli Hisyam

0
190
Pengasuh Pondok Pesantren Ahlussunah Waljamaah (Aswaj) di Desa Ambunten Timur Kecamatan Ambunten, Sumenep, Jawa Timur, KH. Unais Ali Hisyam menyantuni ratusan anak yatim/ISTIMEWA

[vc_row][vc_column][vc_column_text]MADURAEXPOSE.COM–Mantan Ketua DPC PKB Sumenep, KH. Unais Ali Hisyam masih menjadi perhatian publik. Ketidakhadirannya dalam deklarasi pasangan calon (paslon) Fattah Jasin dan Kyai Ali Fikri (Gus Acing-Mas Kiai) di Terate, Sabtu (01/08/20) kemarin mengundang sejuta tanya atau pertanyaan besar.

Pasalnya, Unais Ali Hisyam tergolong cukup senior di partai besutan KH. Abdurrahman Wahid ini. Selain itu, mantan anggota DPR RI ini masih dinilai sebagai sosok yang masih punya daya tarik dan daya jual untuk mendongkrak elektabilitas.

Selain dikenal dan populer, dia juga keturunan darah biru yang secara otomatis punya basis. Dan dia pun juga mendaftar sebagai bakal calon bupati di PKB beberapa waktu, meski tidak mendapatkan rekomendasi.

“Bukan apa, saya tidak hadir acara deklarasi lantaran memiliki acara ke Pasuruan. Saya juga sudah sampaikan,” kata KH. Unais Ali Hisyam kepada beberapa oleh awak media, Minggu (02/08/20).

Soal pengawalan kemenangan Gus Acing-Ali Fikri, Unais menjelaskan bahwa pasangan tak perlu dikawal sebab dirinya sudah ada pengurus DPC (Dewan Pimpinan Cabang) PKB, ada juga PPP dan juga partai lain. Hanya tinggal mereka diminta untuk bekerja dalam proses pemenangannya. “Ngapain perlu dikawal, kan sudah ada pengurus DPC,” ucapnya sambil melempar tawa.

Apalagi, sambung anggota DPRD Sumenep, yang mengawal pasangan ini adalah para kiai, termasuk bacawabupnya juga sudah kiai. “Jadi, pasangan kiai, ada Ketua DPC, Kiai Imam dan sejumlah kiai lainnya. Kiai Fikri juga kiai, masak masih mau dikawal,” ucapnya.

Yang jelas, terang dia, partai pengusunglah yang sejatinya yang bekerja. Soal akan menjadi pemilih pasif, secara diplomatis Unais memastikan akan menyalurkan pilihanya nanti di Pilkada 9 Desember 2020. “Kalau soal mencoblos tentu pasti nanti, dan itu amanah Undang-Undang. Yang perlu diketahui, ini baru bakal calon karena belum mendaftar,” terangrnya.

Perlu diketahui, pasangan Gus Acing-Mas Kiai dideklarasikan. Mereka didukung 6 (enam) partai politik (parpol) yang ada di Kabupaten Sumenep dan dihadiri langsung dari pimpinan Parpol pengusung. Ada PKB, Demokrat, PPP, Partai Hanura, Partai Nasdem, dan Partai Golkar. [BO][/vc_column_text][/vc_column][/vc_row]